SURABAYA-Pelaku pencurian memang tak peduli siapa korbannya. Seperti yang terjadi di halaman parkir Masjid Jalan Dinoyo pada Selasa (10/3) lalu, gerobak seorang penjual gorengan pun disatroni maling sehingga kerugian mencapai Rp 45 ribu.
Adalah Hawati, nenek dari beberapa cucu itu kehilangan uang hasil penjualan gorengan senilai Rp 45 ribu karena di embat maling. Padahal, korban yang tinggal Jalan Upajiwa, Wonokromo mengandalkan hasil jualannya untuk kulakan lagi.
Ceritanya, menjelang azan solat duhur, Hawati berhenti sejenak di masjid jalan Dinoyo untuk melaksanakan kewajiban ibadah lima waktu. Dengan berjalan perlahan, Hawati mengarahkan gerobaknya masuk ke dalam parkiran masjid untuk kemudian mengambil air wudhu dan bergegas salat. Pada saat itu, dirinya tak memikirkan hal buruk sama sekali saat meninggalkan gerobak dagangannya di depan masjid.
Seusai melaksanakan salat, dia pun keluar dan melihat gerobak milik masih utuh seperti sebelumnya. Tak merasa curiga, dirinya duduk sejenak. Ketika akan mengambil dompet miliknya yang Ia letakkan di gerobak itu ternyata sudah raib.
Tak ada satu pun orang yang tahu saat kejadian hilangnya dompet berisi uang hasil jerih payahnya pagi itu. Kemudian, takmir masjid berinisiatif melihat hasil rekaman pada waktu itu. Ternyata, gerobak Hawati diobok-obok seorang pria tak dikenal.
Terekam kamera CCTV, tampak soerang pria berberawakan tinggi dengan memakai kaos polo warna biru merogoh-rogoh isi daganan milik Hawati. Saat merogoh, pelaku tersebut mengambil sesuatu kemudian dimasukkannya ke dalam saku celananya. Kemudian pelaku kabur meninggalkan lokasi.
Salah satu saksi setelah kejadian, Bejo mengatakan, melihat Hawati seperti kebingungan. Saat didekati, ternyata dompet hasil jualannya raib dogondol pencuri. “Pas ditanya, Mbah Hawati mengaku kehilangan uang Rp 45 ribu pas selesai Salat Duhur di masjid itu. Waktu ditunjukkan rekaman kamera CCTV, akhirnya tahu kalau dicuri orang,” kata Bejo, Rabu (11/3). (gin/rud)
Editor : Administrator