SIDOARJO - Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Jatim II menggelar operasi kendaraan Over Dimensi dan Over Load (ODOL) di Jembatan Timbang Tol Sidoarjo-Porong KM.756.800, Jumat (7/2)). Puluhan kendaraan barang dan logistik yang melebihi muatan maupun melebihi dimensi terpaksa ditindak.
Dalam operasi ini, kendaraan barang yang melintas dari arah Porong ke Sidoarjo langsung dibelokkan ke jembatan timbang yang baru dibangun itu. Petugas gabungan dari PJR Jatim II, Jasa Marga dan petugas Dinas Perhubungan langsung memeriksa intensif setiap kendaraan mulai dari berat muatan, tinggi muatan hingga kelengkapan surat-surat dan administrasi.
Tampak Kasat PJR Polda Jatim Kompol Dwi Sumrahadi Rakhmanto, Kanit PJR Jatim II AKP Amar Hadi dan Panit PJR Jatim II Iptu Nanang Hendra Irawan memimpin kegiatan di lokasi. " Operasi ODOL ini yang pertama di Jembatan Timbang ini," terang Kompol Dwi Sumrahadi.
Perwira dengan melati satu di pundaknya itu menceritakan, patroli ODOL memang rutin dilakukan petugas PJR. Tujuan utamanya adalah untuk keselamatan pengendara di jalan raya maupun pengguna jalan tol. Persoalan muatan, misalnya, menjadi perhatian petugas karena bisa berakibat fatal jika dibiarkan di jalanan.
Kendaraan yang melaju di tol dituntut melaju dengan kecepatan antara 60-100 kilometer per jam. Jika muatannya overload maka bakal mengurangi kemampuan kendaraan melaju dengan kecepatan tersebut. "Ini bisa membahayakan pengendara di belakangnya. Ini salah satu penyebab kecelakaan tabrak depan belakang," imbuh Dwi.
Belum lagi, lanjut Dwi, faktor keamanan dari onderdil kendaraan juga memengaruhi. Overload muatan bisa membuat roda meletus atau as kendaraan patah. "Ini tentu membahayakan," ujarnya. (son)