Berpura-pura menjadi gadis cantik di media sosial (medsos) menjadi modus untuk menggaet korban. Ini yang dilakukan komplotan begal yang diotaki oleh DR, 17, warga Krembangan.
Guntur Irianto-Wartawan Radar Surabaya
MESKIPUN masih di bawah umur, DR justru menjadi perencana pembegalan. Ia bersama dua komplotannya, Galang Saputro alias Endok, 18, warga Tambak Asri Dahlia II, Krembangan, dan Moch Romadhon, 19, warga Tambak Asri Teratai, Krembangan, Surabaya, akhirnya ditangkap Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Mereka diketahui merampas sepeda motor milik Cendikia Rahman Hakim, warga Demak Timur V, Bubutan, di depan Gudang Kalianak Madya IV, Asemrowo. Tidak hanya itu. Polisi yang menangkap Moch Romadhon di rumahnya ini juga menemukan dompet hitam. Dompet tersebut berisi barang dan identitas orang lain.
Setelah diinterogasi, Romadhon mengaku dompet itu hasilnya menjambret dengan orang lain. Polisi mengembangkan dan mencokok Mamat alias Rahmat, 24, warga Bangkalan. "Kami juga tangkap Mamat dengan kasus berbeda. Ia mengaku sudah tiga kali menjambret di wilayah Greges, Asemrowo," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, Selasa (19/11).
Penangkapan komplotan ini sekaligus mengungkap modus baru pembegalan. Semua ini direncanakan oleh DR yang paling muda di komplotan tersebut. DR yang diketahui sebagai residivis kasus jambret membuat akun palsu di Facebook (FB) dengan nama Devina YP. Ia memasang foto perempuan yang tidak dia kenal. Tentu saja foto cewek cantik.
"Foto yang digunakan adalah foto yang bisa membuat lelaki tertarik untuk berkenalan," kata AKP Agus. Hingga akhirnya Cendikia menjadi salah satu pria yang tertipu.
Korban mulai berteman dengan akun tersebut yang sebenarnya dijalankan si DR. Ia menyamar sebagai perempuan hingga berlanjut saling mengbrol dan bertukar nomor telepon dengan korban. Kemudian tersangka mengajak korban untuk bertemu di sekitar pergudangan Kalianak. Korban yang sudah tertarik mengiyakan ajakan kopi darat tersebut. "Namun, saat ke lokasi, korban malah bertemu dengan tersangka DR," ujarnya.
Tersangka DR memang cerdik. Ia mengaku sebagai teman perempuan yang mengajak korban bertemu tersebut. Kemudian ia mengajak korban ke pergudangan Kalianak Madya dengan maksud bertemu sang cewek yang dikenal korban di FB. Korban percaya dan berboncengan dengan DR.
Nah, saat berada di tempat sepi, ternyata mereka disergap tujuh orang yang bersenjata di lokasi. Korban yang ketakutan lalu menyerahkan sepeda motornya, ponsel, dan dompetnya. Saat itu, DR yang merupakan otak perampasan itu berpura-pura ikut ketakutan dan akan melaporkan ke Polsek Asemrowo. (*/rek)
Editor : Administrator