Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Polisi Ringkus Spesialis Pembobol ATM Lintas Provinsi Pakai Tusuk Gigi

Administrator • Selasa, 29 Oktober 2019 | 23:56 WIB
Polisi Ringkus Spesialis Pembobol ATM Lintas Provinsi Pakai Tusuk Gigi
Polisi Ringkus Spesialis Pembobol ATM Lintas Provinsi Pakai Tusuk Gigi



SURABAYA - Sindikat pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) lintas provinsi diringkus Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dua tersangka yang dibekuk polisi adalah Monzarin, 46, warga Cimahi, dan Sony Saputra, 38, warga Lampung.


Komplotan ini menarget ATM-ATM di minimarket yang tidak terjaga. Polisi masih mencari empat pelaku lain yang diindikasi otak pembobolan ATM.


Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti menuturkan, para pelaku biasanya beroperasi di kota-kota besar di Indonesia. Mulai dari Lampung, Jakarta, Bandung, hingga Surabaya.


Mereka menyasar mesin ATM di minimarket yang tidak terjaga. Di wilayah Surabaya ada dua lokasi, sedangkan satu lokasi lagi di Gresik. Tiga lokasi tersebut minimarket di Jalan Putro Agung, Tambaksari, Dukuh Kupang, Sukomanunggal, dan Panglima Sudirman, Gresik. “Semuanya di minimarket,” jelasnya.


Modus komplotan ini mencari minimarket yang sepi. Kemudian salah satu pelaku menuju ke ATM. Namun, yang bertugas pertama ini menyelipkan tusuk gigi ke lubang ATM. Sesai melaksanakan tugas, mereka menunggu nasabah yang mengambil uang.


Saat korban datang, mereka mulai beraksi. Ada yang mengelabui karyawan minimarket, ada pula yang berada di belakang korban. “Yang berada di belakang korban ini bertindak sebagai eksekutor,” ungkapnya.


Sang eksekutor mengintip saat korbannya mulai memasukkan nomor PIN. Namun, karena ada kayu yang diselipkan membuat kartu dimuntahkan. Pelaku langsung menuju ke korban yang kebingungan dengan menawarkan bantuan. Seketika pelaku meminta kartu ATM korban dan menggantinya dengan kartu ATM palsu. “Mereka mengganti kartu ATM dengan cepat sehingga korban tidak tahu,” tuturnya.


Setelah mengganti kartu ATM korban, pelaku memasukkan kartu palsunya tersebut sehingga otomatis tertelan. Pihak korban kemudian menghubungi pihak bank. Namun, sayangnya, yang tertelan ini kartu palsu, sementara kartu aslinya sudah dibawa oleh pelaku.


“Setelah berhasil, mereka ganti ke ATM lain dan menguras isi ATM korban. Ini dilakukan di setiap kota besar yang disinggahi komplotan ini,” terang Iptu Bima Sakti.


Dua anggota komplotan berhasil diringkus setelah polisi menerima laporan pembobolan ATM. Setelah mempelajari CCTV minimarket, akhirnya diketahui identitas pelaku. Mereka ditangkap di Lampung dan Cimahi. “Kami sita tusuk gigi, uang Rp 1,3 juta hasil pembobolan dua kartu ATM dan dua ponsel,” katanya.


Tersangka Mozarin mengatakan, dirinya hanya bertugas mengalihkan perhatian karyawan minimarket. Sementara empat pelaku lainnya yang masih buron disebut sebagai ‘ahlinya pembobolan’ ATM.


Setiap kali berhasil, tersangka mendapat bagian bervariasi. Kadang Mozarin mendapat Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. “Saya cuma membantu saja. Ahlinya empat orang itu,” ungkapnya. (gun/rek)

Editor : Administrator