SURABAYA - Dua bulan menjadi buronan polisi, Topan Krisdiana,33, akhirnya berhasil diringkus. Pria yang tinggal di Jalan Kedung Anyar 2 /46, Surabaya ini diburu lantaran terlibat serangkaian aksi begal di sejumlah kawasan di Surabaya.
Polisi menindak tegas dengan melumpuhkan kaki kanannya dengan timah panas, lantaran pelaku melawan dan mencoba kabur saat hendak di ringkus. Penangkapan Topan dilakukan tim Unit Jatanras Satrekrim Polrestabes Surabaya pada Rabu (17/7).
Dia diringkus tak jauh dari rumahnya. Sejak komplotannya ditangkap polisi, Topan kabur meninggalkan rumah. Saat polisi menetapkan pelaku masuk Daftar pencarian orang (DPO) Polrestabes Surabaya. Saat polisi mendapat informasi jika pelaku pulang, aksi penyergapan langsung dilakukan.
“Memang sudah lama tersangka sudah diintai. Lalu, ketika ada informasi dia pulang kami meringkusnya tak jauh dari rumahnya,” ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Giadi Nugraha..
Giadi mengatakan meski sudah tertangkap, namun Topan sempat berontak dengan cara melawan polisi. Kemudian ia kabur, tembakan ke udara polisi tak diindahkan. Sehingga dengan terpaksa polisi menembak kaki kanan tersangka.
Setelah itu, tersangka tersungkur hingga polisi dengan mudah menangkapnya. “Tersangka akhirnya tak mengelak jika menjadi salah satu komplotan pelaku perampasan itu,” terangnya.
Menurut Giadi, identitas Topan diketahui setelah pihaknya terlebih dahulu menangkap seorang bernama Andri. Berdasarkan keterangan Adi inilah, polisi melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan Topan. “Namun saat kami gerebek rumahnya, tersangka sudah tak ada,” tandas Giadi.
Alumnus Akpol 2012 itu mengatakan dalam menjalankan aksinya, Topan tak sendirian. Dia dibantu oleh lima orang temannya. Keenamnya berkeliling menacari sasaran dengan mengendarai tiga sepeda mortor. Targetnya remaja yang mengendari motor sendirian dan melintas di depan sepi. “Setelah menemukan korban. Mereka lantas membuntutinya,” imbuhnya.
Lalu, keenamnya memepet dan munuduh korban jika telah menganiaya salah satu adik pelaku. Meski korban membantahnya, namun para pelaku terus mendesak korban dan menghentikan laju motornya.
“Meski korban terus mengelak, namun para tersangka justru memukuli korban,” terangnya.
Dari catatan kepolisian, komplotan ini sudah beraksi di depan Masjid Al Akbar, Jalan Satelit Indah dan Jalan Raya Sukomanunggal. Tak hanya motor, mereka juga merampas handphone dan tas. Sedangkan dari tangan tersangka, polisi mengamankan satu unit HP, satu unit motor yang digunakan untuk beraksi yakni Yamaha Vega nopol L 4042 WY.
Sementara itu, kepada polisi Topan mengaku selama kabur kerap numpang di beberapa kerabat dan teman-temannya. Ia sudah tahu jika setelah Andri tertangkap, dan ia menjadi target polisi.
Pelaku mengaku uang hasil penjualan motor atau HP rampasan digunakan untuk bersenang-senang dengan komplotannya. Mulai dugem hingga pesta minuman keras. (yua/rud)
Editor : Administrator