Saksi mata menjelaskan, bayi perempuan itu diketahui memiliki berat badan 2,7 Kg dan tinggi badan 46 Cm. Bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu ditemukan kali pertama sekitar pukul 05.30.
Faizah, istri Fadholi mengungkapkan, saat ditemukan, bayi dalam kondisi telanjang dengan ari-ari yang sudah terpotong. Kemudian di dahi terdapat luka kecil bekas benturan atau gesekan batu.
"Sejak jam 04.00 pagi saya sudah curiga ada suara bayi. Tapi saya masih ragu apakah ada bayi di dalam rumah. Karena kondisi hujan, saya tidak melihat di luar rumah. Baru sekitar pukul 05.30, saya bersama suami mencoba mencari tahu. Dan ternyata betul ada bayi di belakang rumah saya," ujar Faizah.
Dikatakan, begitu tahu ada bayi, dia memanggil suaminya dan memberitahukan ke tetangga. Itu dilakukan karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diingankan dari bayi tersebut. "Sehingga suami saya memberitahu tetangga lalu bayi diselimuti kain agar tidak kedinginan," ucapnya.
Temuan ini kemudian dilaporkan ke Polsek Bungah. Polisi lalu datang untuk mengecek kondisi bayi yang telah dirawat di rumah bidan Hj Sakilah. Selanjutnya polisi melakukan olah TKP.
Kanit Reskrim Polsek Bungah Aiptu Suhardi ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari perangkat desa setempat terkait penemuan bayi yang baru lahir tersebut. "Sudah kita cek bayinya dalam kondisi sehat," ucapnya.
Setelah mendatangi rumah bidan, lanjut Suhardi, pihaknya akhirnya mendapat kabar bila ada salah seorang perempuan yang sudah mengakui sebagai ibu bayi. "Tadi ibu bayi sudah diantar oleh ayahnya ke rumah bidan," katanya.
Menyikapi peristiwa ini, pihaknya masih mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan. Dia pun mempertimbangkan psikologis ibu bayi yang masih remaja dan berstatus siswa SMA.
"Kita tetap melakukan penyelidikan. Tapi tentunya kita punya pertimbangan sendiri secara kemanusiaan. Yang harus dicari tahu justru siapa laki-laki dari si ibu bayi ini. Dan kalau sudah tahu maka sebaiknya dinikahkan saja," ungkapnya.
Menurut informasi, ibu bayi ini berinisial RTL, 16, warga desa setempat. Saat ini RTL masih berstatus siswi SMA. Sebelum membuang bayinya, dia nekat melakukan persalinan sendiri dengan hanya bermodalkan gunting.(yud/ris) Editor : Administrator