Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Taman Indah nan Asri yang Tak Ramah untuk Pribumi

Administrator • Minggu, 10 Maret 2019 | 07:01 WIB
Taman Indah nan Asri yang Tak Ramah untuk Pribumi
Taman Indah nan Asri yang Tak Ramah untuk Pribumi

Sejarah Jalan Kebon Rojo yang terletak di depan Kantor Pos Besar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Stadstuin te Soerabaja atau taman kota Surabaya. Keasrian dan luasnya taman tersebut menjadi salah satu ikon tengah kota. 


Guntur Irianto-Wartawan Radar Surabaya


TAMAN tersebut disebutkan tak pernah sepi, bahkan pemerintah Kadipaten Surabaya saat itu juga menyediakan tempat duduk di taman tersebut. Namun, semua fasilitas tersebut ternyata tidak bisa dinikmati semua orang.


Sejarahwan Universitas Airlangga Purnawan Basundoro mengatakan, keasrian taman tersebut tidak bisa dinikmati sembarang orang. Fasilitas mulai dari tempat duduk hingga taman bermain memang sudah disediakan pemerintah Belanda saat itu.


Tetapi, hanya boleh digunakan oleh warga Belanda yang berada di Surabaya saat zaman kolonial. "Taman ini tak ramah untuk penduduk pribumi. Orang-orang Belanda saja yang bisa menikmatinya, sementara pribumi dibatasi," katanya.


Berbagai peraturan tersebut membuat taman kota ini bak milik pemerintah kolonial. Keasrian taman dengan banyaknya pepohonan rindang hanya bisa dilihat dari seberang jalan. Jalan tersebut termasuk sangat sibuk.


Sepanjang Jalan Pahlawan atau dulu disebut Jalan Pasar Besar tersebut merupakan pusat pemerintahan pada masa itu. Dengan adanya taman kota ini menjadi penyejuk di tengah hiruk pikuk kendaraan saat itu. Mungkin beberapa pohon masih ada meskipun telah berdiri gedung besar (gedung Bank Indonesia) di sana.


Selain kendaraan juga ada beberapa fasilitas transportasi yang melintas di pusat pemerintahan zaman kolonial Belanda ini. Di sekitar Taman tersebut memang banyak fasilitas transportasi, mulai trem hingga kendaraan umum lain. Selain pusat pemerintahan, di sana juga dijadikan pusat kegiatan ekonomi. Kawasan bisnis juga berada di lokasi tersebut.


Purnawan menuturkan, saat itu tidak ada pembagian sebuah kawasan. Kawasan yang hidup seperti Jalan Kebon Rojo, Jalan Pahlawan hingga Jalan Veteran juga menjadi kawasan bisnis pada masa itu."Berbagai kegiatan masyarakat terpusat di tengah kota itu. Masih banyak juga yang masih ada hingga saat ini," pungkasnya. (bersambung/nur)


 

Editor : Administrator