Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Masuk Bioskop Harus Berpakaian Rapi dan Pakai Sepatu

Administrator • Minggu, 27 Mei 2018 | 15:42 WIB
Masuk Bioskop Harus Berpakaian Rapi dan Pakai Sepatu
Masuk Bioskop Harus Berpakaian Rapi dan Pakai Sepatu


Berbagai aturan ditetapkan untuk masuk di bioskop di kawasan Pasar Besar. Meski mayoritas aturan di tiga bioskop, namun harus diaati untuk bisa masuk di tempat hiburan yang memutar berbagai macam film tersebut.


Vega Dwi Arista-Wartawan Radar Surabaya 


Jika saat ini orang cenderung bebas masuk ke bioskop, bahkan dari segi pakaian pun tidak diatur. Pada masa kolonial Belanda masuk bioskop harus berpakaian rapi dan bersepatu, termasuk di bioskop kawasan Pasar Besar. Meski zaman dulu mayoritas masyarakat banyak pakai sandal jepit, namun jika mau masuk bioskop tidak memakai sepatu pasti diusir petugas di pintu masuk.


Ini berlaku disemua gedung bioskop. Baik itu bioskop Kusuma di Tembaan yang dulu beken dengan nama Rivoli, bioskop Bima yang dulu bernama Metropole dan bioskop Jaya yang dulu kondang bernama Luxor. Konon di beberapa bioskop yang tergolong kelas atas, penontonnya berdasi. "Nama bioskop tersebut populer menyajikan sejumlah tontonan film yang beragam," kata pemerhati sejarah Kotjo Negoro kepada Radar Surabaya.


Aturan di dalam bioskop juga sangat ketat. Pada zaman kolonial, banyak penonton kelas atas yang membutuhkan kebebasan dalam menonton. Di antaranya bebas merokok asalkan tidak mengganggu sorot proyektor.


Sebelum pertunjukan dimulai, didahului dengan slide yang berpesan agar penonton tidak berisik selama pertunjukan. "Setiap bangku memiliki kelas, jika duduk di kursi atas tentu harganya juga tinggi," ujarnya.


Meski banyak penonton kelas atas yang berpakaian berdasi, tapi aturan tetap dijalankan. Kalau ada yang dianggap mengganggu ketertiban, maka petugas kontrol menegur dengan cara menyorot penonton dengan lampu senter. "Aturan itu diberlakukan di bioskop yang terus mengalami perubahan dari masa ke masa," ucapnya.


Kotjo mengungkapkan, bioskop jadi daya tarik yang luar biasa untuk perkembangan kawasan Pasar Besar. Tempat hiburan itu bisa digunakan refreshing untuk kalangan masyarakat, terutama yang berkantong tebal. (bersambung/nur)

Editor : Administrator