Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pabrik yang Memopulerkan Kata "Perban" di Indonesia

Administrator • Sabtu, 30 Desember 2017 | 11:06 WIB
Pabrik yang Memopulerkan Kata
Pabrik yang Memopulerkan Kata



Setelah membahas sedikit tentang pabrik Kasa Husada di tiga edisi sebelumnya, sejumlah pembaca yang mengerti sejarah kota Surabaya mengirimkan pesan dan permintaan untuk mengulas sejarah pabrik Kasa Husada. Khususnya kata "perban" yang viral di Surabaya, bahkan di Indonesia berkat pabrik ini.


Yuan Abadi-Wartawan Radar Surabaya 


Humas  PT Kasa Husada Sutrisno menuturkan, meski tak memiliki data valid, namun dia membenarkan jika orang Surabaya zaman dahulu memang lebih akrab dengan perban daripada kasa. Perban tersebut sendiri diambil dari nama pabrik itu sendiri, yakni Verbanstoffen Fabriek Soerabaia. Dalam bahasa belanda Verban tersebut itu berarti kasa, yang kemudian akrab ditelinga masyarakat lokal dengan istilah “perban”.  


"Akhirnya kebanyakan orang lebih akrab dengan kata perban daripada kasa," ungkap Sutrisno kepada Radar Surabaya. 


Sutrisno menjelaskan, kemungkinan kata perban tersebut viral pada zaman dahulu lantaran pabrik ini merupakan pabrik kasa terbesar dan pertama kalinya pada saat itu. Selain itu, letaknya berada di jantung perdagangan kota Surabaya pada saat itu, yakni sungai Kalimas. 


"Selain itu, pabrik dikenal warga lokal lantaran banyak pekerjanya juga orang lokal sendiri. Lamannya pabrik yang beroperasi membuat nama perban semakin akrab,"  terangnya. 


Pria yang bekerja selama sepuluh tahun di pabrik ini menambahkan, kemungkinan lain saat itu masyarakat belum mengenal apa itu kasa. Yang mereka kenal hanyalah pabriknya, sehingga untuk memudahkan penyebutan, maka perban pun dipilih untuk mewakili kasa. 


"Selain itu,  ada cerita lain juga melihat fungsi kasa yang digunakan untuk menutup atau memperban luka-luka tentara Belanda yang terluka saat itu," terangnya. 


Sutrisno yang juga ketua RT tersebut menceritakan, kata perban tersebut juga menjadi kata turun temurun. Sebab pabrik yang berdiri dengan luas 1,2 hektar tersebut terus memproduski produk yang sama hingga saat ini. Sehingga meski nama pabrik sudah di-Indonesia-kan, namun kata perban terus melekat pada pabrik. 


"Kalau orang Surabaya, khususnya mereka yang hidup pada masa lalu pasti lebih akrab perban daripada kasa," tandasnya. (bersambung/nur)

Editor : Administrator