Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Klub Dipindah, Lalu Dijadikan Kantor Perusahaan Perminyakan

Administrator • Kamis, 16 November 2017 | 00:43 WIB
Klub Dipindah, Lalu Dijadikan Kantor Perusahaan Perminyakan
Klub Dipindah, Lalu Dijadikan Kantor Perusahaan Perminyakan

Sempat digunakan sebagai tempat hiburan para elite kolonial di masa awal setelah gedung dibangun, De Sociëteit Concordia atau yang kini dipakai kantor Pertamina UPDN V tersebut akhirnya beralih fungsi menjadi gedung perkantoran.


Anggun Angkawijaya-Wartawan Radar Surabaya  


Renovasi pada gedung De Sociëteit Concordia dilakukan oleh G.C. Citroen sekitar tahun 1917 -1918. Renovasi bangunan bukan tanpa alasan, karena bangunan tersebut akan dijadikan kantor Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM). BPM merupakan cikal bakal Shell Petroleum.


Sedangkan , klub De Sociëteit Concordia pindah ke sociëteit baru di Simpangstraat (saat ini jalan Gubernur Suryo, Red). Nama De Sociëteit Concordia pun diubah menjadi Simpangsche Sociëteit. Sekarang bangunan tersebut dikenal dengan nama Balai Pemuda. Selain karena alih fungsi bangunan De Sociëteit Concordia, pemindahan lokasi juga  karena mencari lokasi baru yang yang lebih tenang. Dimana saat itu kawasan Sociëteitstraat atau sekarang Jalan Veteran sudah semakin ramai, khususnya oleh aktivitas niaga.


Anggota Tim Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Puji Astuti menuturkan, G.C. Citroen merubah pintu gerbang gedung ini menghadap ke Jalan Veteran.


“Dimana sebelumnya bangunan menghadap ke timur. Setelah direnovasi bangunan tersebut menjadi menghadap ke selatan. Sebab fungsi gedung ini untuk perkantoran,” terangnya kepada Radar Surabaya.


Pihak manajemen BPM  memilih gedung tersebut karena kawasan Sociëteitstraat ramai dan mudah dijangkau. "Jadi, tempatnya strategis," imbuh Puji.


Selain itu, gedung ini mempunyai ruang yang banyak dan bisa menampung pegawai BPM. Dari tempat ini, BPM mengatur alur pengiriman minyak dan gas ke beberapa tempat. Sedangkan sumur minyak milik BPM berada di Balikpapan, Kalimantan Timur.  Sedangkan kantor pusat BPM berada di Jakarta.


BPM menempati gedung De Sociëteit Concordia sampai Jepang masuk dan merebut Surabaya pada 8 Maret  1942. Salah satu strategi Jepang menguasai Surabaya dengan menggunakan bom. Beruntung, gedung BPM tidak dirusak oleh pasukan Jepang. (bersambung/nur)

Editor : Administrator