Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Punch Viral, Bayi Monyet Jepang Peluk Boneka Orangutan karena Ditolak Induknya

Muhammad Firman Syah • Selasa, 17 Februari 2026 | 07:23 WIB

Peluk Boneka : Punch, bayi monyet jenis Japanese macaque di Ichikawa City Zoo, Jepang, mendekap boneka orangutan yang selalu dibawanya sebagai sumber kenyamanan setelah ditolak induknya sejak lahir.
Peluk Boneka : Punch, bayi monyet jenis Japanese macaque di Ichikawa City Zoo, Jepang, mendekap boneka orangutan yang selalu dibawanya sebagai sumber kenyamanan setelah ditolak induknya sejak lahir.

RADAR SURABAYA – Tingkah seekor bayi monyet Jepang bernama Punch menyita perhatian publik. Video yang memperlihatkannya tak pernah lepas dari boneka orangutan beredar luas di media sosial dan menuai simpati warganet. Di balik momen yang terlihat menggemaskan itu, tersimpan kisah adaptasi seekor satwa kecil yang kehilangan pengasuhan sejak lahir.

Punch lahir pada 26 Juli 2025 di Ichikawa City Zoo, Prefektur Chiba, Jepang. Namun, sejak hari pertama kelahirannya, ia tidak dirawat oleh induknya. Penolakan tersebut membuat pengelola kebun binatang harus segera mengambil langkah penyelamatan.

Baca Juga: Gegara Rekam Monyet, Pria di Surabaya Lakukan Penganiayaan terhadap WNA China 

Dalam kehidupan monyet Jepang yang hidup berkelompok, peran induk sangat krusial. Anak monyet belajar membangun ikatan sosial, memahami hierarki kelompok, hingga mengenali cara bertahan hidup melalui interaksi bersama induknya. Tanpa pendampingan itu, risiko gangguan perilaku dan hambatan adaptasi dapat meningkat.

Petugas kemudian membesarkan Punch secara intensif atau hand-raised untuk memastikan kondisi fisik dan psikologisnya tetap terjaga. Perawatan dilakukan secara terstruktur, termasuk pemberian susu, pemantauan kesehatan, serta stimulasi sosial bertahap.

Tantangan berikutnya muncul saat Punch mulai diperkenalkan kembali ke kawanan monyet di area Monkey Mountain. Alih-alih langsung berbaur, ia tampak canggung dan beberapa kali menyendiri. Tanda-tanda kecemasan terlihat ketika ia berada di dekat monyet lain.

Baca Juga: Viral Teman Hidup Mbok Yem Lawu, Temon sang Monyet Penunggu Warung Terlihat Meratap Sedih

Sebagai bagian dari strategi adaptasi, pengelola menyediakan sejumlah benda pendamping untuk membantu Punch merasa lebih aman. Dari beberapa pilihan yang diberikan, ia justru memilih boneka orangutan berukuran cukup besar. Sejak saat itu, boneka tersebut selalu berada dalam pelukannya.

Dalam sejumlah video yang beredar, Punch terlihat mendekap boneka itu saat tidur, berjalan, bahkan ketika mencoba mendekati monyet lain. Ketika ada monyet yang mencoba merebutnya, Punch mempertahankannya erat-erat.

Pada 19 Januari lalu, Punch resmi mulai tinggal bersama kawanan di bawah pengawasan ketat petugas. Meski perlahan menunjukkan perkembangan sosial, ia masih menjadikan bonekanya sebagai “penopang rasa aman” ketika merasa terancam atau ditegur anggota kelompok lain.

Baca Juga: Emak Emak Marah Lantaran Tak Terima Ditegur Satpam saat Bawa 2 Monyet Peliharaan ke Foodcourt Mal

Pihak kebun binatang memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk menjamin proses adaptasi berjalan optimal. Pendekatan ini menjadi bagian dari manajemen perawatan satwa muda yang mengalami kendala pengasuhan di lingkungan penangkaran.

Kisah Punch tak sekadar menghadirkan sisi menggemaskan. Peristiwa ini juga menegaskan pentingnya ikatan emosional dalam kehidupan satwa sosial. Publik pun berharap, seiring waktu, Punch dapat tumbuh lebih percaya diri dan sepenuhnya diterima dalam kelompoknya. (ida/fir)

Editor : M Firman Syah
#satwa #orang utan #monyet #punch #Kebun Binatang Jepang