RADAR SURABAYA - Bunga telah lama menjadi simbol keindahan, cinta, dan kemewahan. Namun, tidak semua bunga memiliki nilai yang sama.
Beberapa jenis bunga dihargai sangat tinggi karena keunikan bentuk, warna, aroma, kelangkaan, hingga proses budidaya yang kompleks.
Inilah 7 bunga paling mahal di dunia, lengkap dengan alasan mengapa harganya bisa mencapai miliaran rupiah dan bahkan tak ternilai.
7 Bunga Paling Mahal di Dunia dan Alasannya
1. Juliet Rose – Rp 201 Miliar
Dikembangkan oleh breeder Inggris David Austin selama 15 tahun dengan biaya £ 3 juta (Pound Sterling), Juliet Rose pertama kali diperkenalkan di Chelsea Flower Show 2006. Warnanya peach lembut dengan kelopak berlapis yang elegan. Alasan mahal karena proses pengembangan panjang, eksklusivitas, dan keindahan luar biasa.
2. Kadupul – Tak Ternilai
Bunga asli Sri Lanka ini hanya mekar di malam hari selama beberapa jam dan langsung layu saat dipetik. Alasan mahal karena tidak bisa dijual atau dipanen, sangat langka, dan dianggap sebagai bunga spiritual.
3. Anggrek Nongke Shenzhen – Rp 3,2 Miliar
Dikembangkan secara ilmiah oleh Universitas Nongke di Tiongkok selama lebih dari 8 tahun. Bunga ini hanya mekar setiap 4-5 tahun. Alasan mahal karena buatan manusia, langka, dan eksklusif.
Baca Juga: 8 Olahan Lezat dan Bergizi Berbahan Lobak: Mulai Tumis hingga Kue, Bisa Jadi Menu Alternatif Harian
4. Tulip Semper Augustus – Rp 87 Juta per tangkai
Tulip langka berwarna merah dan putih ini sempat menyebabkan krisis ekonomi di Belanda pada abad ke-17. Alasan mahal karena kelangkaan ekstrem dan nilai historis sebagai simbol status.
5. Anggrek Gold of Kinabalu – Rp 84 Juta per tangkai
Hanya tumbuh di Gunung Kinabalu, Malaysia, dengan kondisi tanah dan ketinggian yang sangat spesifik. Alasan mahal karena habitat terbatas dan waktu tumbuh yang lama.
6. Saffron Crocus – Rp 12,5 Juta per tanaman
Bunga ungu ini menghasilkan rempah saffron yang sangat mahal. Satu tangkai hanya memiliki tiga helai saffron. Alasan mahal karena nilai kuliner tinggi dan proses panen yang rumit.
Baca Juga: Indahnya Busana dan Aksesoris Lukis Handmade ala Zenea Lukis
7. Anggrek Hochstetter’s Butterfly – Rp 92 Juta per tangkai
Ditemukan kembali di Pulau São Jorge, Portugal setelah dianggap punah sejak 1838. Alasan mahal karena kelangkaan ekstrem dan habitat terbatas di puncak gunung.
Harga fantastis dari bunga-bunga di atas bukan hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan kelangkaan, nilai historis, dan proses budidaya yang luar biasa.
Dari Juliet Rose yang dikembangkan selama 15 tahun hingga Kadupul yang tak bisa dijual, setiap bunga memiliki cerita unik yang menjadikannya mahal dan istimewa.
Bagi kolektor dan pecinta bunga, keindahan ini bukan sekadar dekorasi, tetapi juga simbol status dan investasi. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari