RADAR SURABAYA– Dua ekonom Amerika Serikat (AS), Robert E. Hall dan Michael Woodford, meraih Nobel Ekonomi 2026 atas penelitian yang membantu pemerintah dan bank sentral menghadapi gejolak perekonomian.
Keduanya mengembangkan model ekonomi yang memungkinkan perumusan kebijakan lebih efektif untuk merespons pertumbuhan pesat maupun resesi.
Penghargaan tersebut diumumkan Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia di Stockholm pada Senin.
Hall merupakan akademisi Universitas Stanford di California, sedangkan Woodford berafiliasi dengan Universitas Columbia di New York.
Woodford mengaku terkejut sekaligus merasa terhormat menerima penghargaan bergengsi tersebut.
“Ini merupakan kehormatan yang luar biasa sekaligus kejutan,” kata Woodford saat berbicara melalui telepon dengan komite Nobel dari New York.
Nobel Ekonomi 2026 Apresiasi Model Stabilisasi Ekonomi
Hall dan Woodford memperoleh penghargaan atas penelitian mengenai landasan mikroekonomi bagi kebijakan stabilisasi.
Penelitian itu menjadi dasar pengembangan model ekonomi yang membantu pemerintah dan bank sentral merespons perubahan kondisi perekonomian.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Website Porprov Jatim 2027, Atlet Bisa Cari Hotel hingga Jadwal Pertandingan
Berbeda dari pendekatan Keynesian yang telah lama digunakan, kedua ekonom tersebut membangun model berdasarkan fondasi mikroekonomi.
Pendekatan ini memperhitungkan keputusan rumah tangga dan perusahaan untuk memahami dinamika perekonomian secara lebih menyeluruh.
Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia menilai penerapan model Keynesian selama beberapa dekade memperlihatkan sejumlah keterbatasan.
Kebijakan yang diterapkan berdasarkan pendekatan tersebut dinilai belum selalu mampu menekan pengangguran dan dalam kondisi tertentu justru berkaitan dengan peningkatan inflasi.
Dalam siaran persnya, akademi itu menyoroti pengalaman negara-negara Barat yang pernah menghadapi satu dekade pertumbuhan ekonomi rendah, pengangguran tinggi, dan inflasi tinggi.
Situasi tersebut memunculkan keraguan terhadap efektivitas kebijakan stabilisasi ekonomi.
Sebagian pihak bahkan menilai kebijakan tersebut lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaat.
Sebaliknya, model Hall dan Woodford menunjukkan bagaimana keputusan individual rumah tangga dan perusahaan secara kolektif memengaruhi perekonomian.
Membantu Bank Sentral Menghadapi Krisis Ekonomi
Ketua Komite Nobel Ilmu Ekonomi John Hassler mengatakan, penelitian Hall dan Woodford memberikan landasan teoretis yang kuat bagi model ekonomi yang kini digunakan bank sentral dan pemerintah di berbagai negara.
Baca Juga: Momentum MotoGP Mandalika 2026, BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Sport Tourism
Model tersebut membantu pembuat kebijakan memahami dampak guncangan ekonomi dan menentukan respons yang lebih tepat.
“Dengan model tersebut, kita memiliki bekal yang lebih baik untuk menghadapi guncangan ekonomi, seperti krisis energi atau perubahan mendadak dalam tingkat konsumsi rumah tangga,” ujar Hassler.
Penelitian tersebut dinilai relevan ketika perekonomian menghadapi perubahan besar, baik akibat lonjakan biaya energi maupun perubahan perilaku konsumsi masyarakat.
Kemampuan memahami hubungan antara keputusan rumah tangga, aktivitas perusahaan, dan kondisi ekonomi secara keseluruhan menjadi salah satu dasar penting dalam merumuskan kebijakan stabilisasi.
Nobel Ekonomi Berbeda dari Lima Kategori Nobel Asli
Nobel Ekonomi secara resmi bernama Sveriges Riksbank Prize in Economic Sciences in Memory of Alfred Nobel.
Penghargaan ini didirikan Bank Sentral Swedia pada 1968 untuk mengenang Alfred Nobel, pengusaha dan ahli kimia Swedia yang menemukan dinamit.
Berbeda dari penghargaan Nobel bidang kedokteran, fisika, kimia, sastra, dan perdamaian, Nobel Ekonomi tidak termasuk dalam lima kategori asli yang ditetapkan melalui surat wasiat Alfred Nobel.
Karena itu, sebagian pihak menilai Nobel Ekonomi secara teknis bukan merupakan bagian dari penghargaan Nobel asli.
Meski demikian, penghargaan tersebut diserahkan bersamaan dengan kategori Nobel lainnya setiap 10 Desember, bertepatan dengan peringatan wafatnya Alfred Nobel pada 1896.
Pada tahun sebelumnya, Nobel Ekonomi diberikan kepada tiga peneliti inovasi bisnis yang mengkaji peran produk baru dan penemuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan manusia.
Untuk 2026, nilai hadiah Nobel Ekonomi mencapai 12 juta krona Swedia, setara sekitar USD 1,2 juta atau EUR 1,07 juta.
Hadiah tersebut dapat diberikan kepada individu, kelompok kecil penerima penghargaan, maupun organisasi sesuai ketentuan yang berlaku.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : DW.com