RADAR SURABAYA – Kecelakaan pesawat kargo Amazon terjadi di Bandara Internasional Miami, Amerika Serikat, Minggu atau Senin dini hari WIB.
Pesawat Boeing 767-300 yang dioperasikan 21 Air keluar dari landasan pacu saat mendarat, menabrak sejumlah kendaraan, lalu terbakar.
Sedikitnya lima orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Selain korban meninggal, tiga orang dilaporkan mengalami luka kritis dan dua lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit dengan luka yang lebih ringan.
Pesawat kargo tersebut merupakan Prime Air Penerbangan 7598 yang datang dari San Juan, Puerto Riko.
Berdasarkan keterangan Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA), pesawat keluar dari landasan pacu sekitar pukul 14.00 waktu setempat atau 18.00 GMT.
Pejabat Miami-Dade County mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan dan identifikasi korban.
Mereka juga belum dapat memastikan apakah seluruh korban tewas berada di dalam pesawat atau merupakan orang-orang yang berada di kendaraan yang tertabrak pesawat.
Baca Juga: Golkar Mulai Panen Kader Muda, 130 Peserta AMPG Jatim Ditempa Menuju 2029
"Prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan, kesejahteraan, dan perawatan semua pihak yang terlibat. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung mereka yang terdampak," kata pejabat setempat dalam konferensi pers.
Pilot dan Kopilot Terjebak di Kokpit
Kecelakaan pesawat kargo Amazon tersebut memicu kebakaran besar di area bandara. Asap hitam pekat terlihat membubung ke langit setelah pesawat keluar dari landasan pacu.
Pihak berwenang menyebut pilot dan kopilot sempat terjebak di dalam kokpit. Sejumlah orang yang berada di dalam kendaraan yang tertabrak pesawat juga dilaporkan terjebak.
Pesawat terlihat berhenti dengan bagian bawah badan pesawat menyentuh permukaan landasan.
Meskipun terbakar, sebagian besar badan pesawat dilaporkan masih dalam kondisi utuh.
NTSB Kirim Tim Investigasi
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) telah mengirim tim untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.
Melalui unggahan di X, NTSB menyatakan pesawat Boeing 767-300 tersebut terbang dari San Juan menuju Miami sebelum mengalami kecelakaan saat mendarat.
Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin 8 Bandara Ditutup, Paper Test Dilakukan Tiap 30 Menit
Pesawat dioperasikan oleh 21 Air, perusahaan penerbangan kargo yang berbasis di North Carolina. Berdasarkan data Flightradar24, Boeing 767 tersebut berusia sekitar 32 tahun.
Pesawat itu awalnya dibuat sebagai pesawat penumpang dan pernah digunakan oleh sejumlah maskapai. Pesawat kemudian dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2015.
Amazon menyatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang selama proses investigasi berlangsung.
"Kami sangat terpukul mengetahui bahwa lima orang kehilangan nyawa dalam insiden hari ini di Bandara Internasional Miami," kata Amazon dalam pernyataannya.
"Belasungkawa terdalam kami sampaikan kepada keluarga, orang-orang terkasih, dan semua pihak yang terdampak oleh kehilangan yang sangat memilukan ini."
Ratusan Penerbangan Terdampak
Kecelakaan tersebut juga mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Miami.
Menurut FlightAware, sekitar 250 penerbangan mengalami keterlambatan hingga Minggu sore.
Petugas pemadam kebakaran juga masih menangani kebocoran bahan bakar beberapa jam setelah kecelakaan.
Penyebab pasti pesawat kargo Amazon keluar dari landasan pacu hingga kini masih dalam penyelidikan.
NTSB akan mengumpulkan bukti dan menganalisis berbagai faktor untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
Saksi Melihat Asap Hitam Membubung
Jackson Lee, pemilik toko elektronik yang berada di dekat lokasi kecelakaan, mengaku melihat asap membubung setelah insiden tersebut.
Lee mengatakan dirinya keluar bersama empat rekannya setelah mendengar kecelakaan.
Dari lokasi tersebut, mereka melihat asap mengepul di sekitar pagar Bandara Internasional Miami.
"Kami mendengar pesawat lepas landas dan mendarat setiap lima menit. Saya pikir saya sudah terbiasa dengan suara itu," ujar Lee.
"Saya tidak pernah menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi sedekat ini dengan kami."
Investigasi masih berlangsung untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat kargo Amazon tersebut serta memastikan seluruh korban yang terdampak.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : DW.com