RADAR SURABAYA – Bagi penggemar drama Korea atau drakor, kemunculan payung kuning di tengah adegan hujan bukanlah hal yang asing. Properti sederhana tersebut bahkan telah menjadi salah satu simbol romantis yang paling ikonik dalam berbagai kisah percintaan di layar kaca.
Di kalangan penggemar drakor, muncul anggapan bahwa pasangan karakter yang berbagi momen di bawah payung kuning memiliki peluang besar untuk berakhir bersama. Meskipun tidak pernah menjadi aturan resmi dalam dunia perfilman Korea Selatan, simbol ini telah berkembang menjadi mitos populer yang dipercaya banyak penonton.
Popularitas payung kuning tidak lepas dari seringnya properti tersebut muncul dalam sejumlah drama Korea terkenal. Adegan dengan payung kuning kerap menjadi titik balik penting dalam hubungan para tokoh utama, mulai dari pertemuan pertama, momen perlindungan, hingga pengakuan perasaan.
Beberapa drama populer seperti Lovely Runner, Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo, dan Are You Human Too? dikenal menampilkan simbol tersebut dalam adegan yang berkesan bagi penonton.
Secara visual, warna kuning dipilih bukan tanpa alasan. Dalam sinematografi, warna kuning mampu menciptakan kontras yang kuat ketika dipadukan dengan latar hujan yang cenderung abu-abu dan suram. Kontras tersebut secara otomatis mengarahkan perhatian penonton pada interaksi dua karakter yang sedang berada dalam satu payung.
Selain memberikan daya tarik visual, warna kuning juga memiliki makna psikologis yang positif. Dalam teori psikologi warna, kuning sering dikaitkan dengan harapan, kebahagiaan, optimisme, dan awal yang baru. Karena itu, kehadiran payung kuning sering digunakan sutradara untuk menggambarkan hadirnya sosok yang membawa perubahan atau kebahagiaan dalam kehidupan karakter lain.
Tak heran jika adegan payung kuning sering dianggap sebagai pertanda dimulainya kisah cinta yang akan berkembang sepanjang cerita. Simbol tersebut menjadi cara visual yang efektif untuk membangun emosi sekaligus memperkuat hubungan antartokoh tanpa perlu banyak dialog.
Meski pada dasarnya hanya merupakan teknik visual dan unsur penceritaan, payung kuning telah menjelma menjadi ikon romantis yang melekat dalam budaya populer drama Korea. Hingga kini, kemunculannya masih kerap membuat penonton berspekulasi bahwa kisah cinta para tokoh utama akan segera dimulai. (nor/fir)
Editor : M Firman Syah