RADAR SURABAYA - Perusahaan antariksa Blue Origin mengonfirmasi bahwa salah satu roketnya meledak di menara peluncuran saat uji coba mesin pada Kamis malam (28/5) waktu setempat.
Ledakan terjadi dalam uji statis di Cape Canaveral Space Force Station, Florida, sebagai persiapan peluncuran roket New Glenn yang direncanakan membawa 48 satelit Amazon ke orbit rendah bumi.
Dalam pernyataan resmi, Blue Origin menyebut roket mengalami “anomali” saat uji coba.
Baca Juga: Kerusakan Saraf Bisa Ganggu Penglihatan Anjing dan Kucing
Pendiri Blue Origin, Jeff Bezos, menegaskan bahwa seluruh personel selamat.
“Semua personel tercatat aman. Masih terlalu dini untuk mengetahui penyebab utama, tetapi kami sudah bekerja untuk menemukannya. Hari yang berat, tapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun dan kembali terbang,” tulis Bezos di media sosial.
Sementara itu, Sheriff Wayne Ivey dari Brevard County menyatakan tidak ada laporan korban luka.
Baca Juga: 4 Astronaut Artemis II Pulang Selamat ke Bumi, Splashdown Sempurna di Samudra Pasifik
Api yang muncul akibat ledakan dibiarkan padam dengan sendirinya karena sudah terkendali. Ia menambahkan, tidak ada ancaman bagi masyarakat sekitar.
Uji statis mesin roket dilakukan dengan menyalakan mesin pada daya penuh sementara roket tetap terikat di menara peluncuran.
Tujuannya adalah memastikan semua sistem bekerja sesuai kondisi operasi nyata sebelum peluncuran resmi dilakukan.
Baca Juga: Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Beri Rasa Aman Warga Surabaya
Insiden ini menjadi kemunduran signifikan bagi Blue Origin. Misi mendatang seharusnya menjadi penerbangan keempat roket New Glenn, setelah sebelumnya perusahaan gagal menempatkan muatan komersial di orbit yang tepat.
NASA, yang telah mengontrak Blue Origin untuk menyediakan pendarat bulan dalam program Artemis dan Moon Base, menyatakan akan mendukung investigasi menyeluruh atas insiden ini.
“Penerbangan luar angkasa tidak mengenal ampun, dan mengembangkan kemampuan peluncuran berat baru sangatlah sulit. Kami akan bekerja sama dengan mitra untuk mendukung investigasi, menilai dampak misi jangka pendek, dan kembali meluncurkan roket,” tegas Administrator NASA, Jared Isaacman. (gma/nur)
Editor : Nurista Purnamasari