Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bangunan 9 Lantai Ambruk di Angeles City Filipina, 24 Pekerja Berhasil Diselamatkan, Puluhan Masih Terjebak

Nurista Purnamasari • Minggu, 24 Mei 2026 | 12:39 WIB
Bangunan 9 lantai yang sedang dalam pembangunan yang ambruk di Angeles City, Filipina, Minggu (24/5) dini hari. (AP)
Bangunan 9 lantai yang sedang dalam pembangunan yang ambruk di Angeles City, Filipina, Minggu (24/5) dini hari. (AP)

RADAR SURABAYA - Tragedi ambruknya bangunan kembali mengguncang Filipina. Sebuah gedung berlantai sembilan yang masih dalam tahap konstruksi di Angeles City, Provinsi Pampanga, runtuh pada Minggu (24/5) dini hari. 

Peristiwa ini terjadi saat hujan deras disertai badai melanda kawasan tersebut. Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung dengan melibatkan lebih dari 100 personel polisi, tim penyelamat, dan aparat pemerintah.

Menurut Brigjen Polisi Jess Mendez, bangunan runtuh sebelum fajar ketika badai melanda. Sebanyak 22 pekerja berhasil keluar dari lokasi, beberapa di antaranya mengalami luka. Namun, jumlah pasti pekerja yang masih terjebak belum dapat dipastikan.

Baca Juga: Terburuk dalam 17 Tahun, Ledakan Gas di Tambang Batu Bara Shanxi Tiongkok Tewaskan 90 Orang

Kepala Kantor Informasi Angeles City, Jay Pelayo, menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan mandor proyek, sedikitnya 30 pekerja masih terjebak di bawah reruntuhan.

“Kami masih menunggu detail lebih lanjut, tetapi tim penyelamat berusaha keras menarik para korban keluar dari puing-puing,” kata Pelayo.

Hingga Minggu siang, 24 orang berhasil diselamatkan. Tidak ada laporan korban meninggal dunia, namun sejumlah pekerja mengalami luka. 

Baca Juga: Prancis Murka! Itamar Ben-Gvir Resmi Dicekal usai Insiden Flotilla Gaza

Di antara korban selamat terdapat seorang warga negara Malaysia berusia 51 tahun yang menginap di hotel murah dekat lokasi proyek. Hotel tersebut ikut rusak akibat runtuhnya bangunan.

Dua orang yang terjebak di bawah reruntuhan dilaporkan masih hidup dan dapat berkomunikasi dengan tim penyelamat. Hal ini memberi harapan besar bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

“Mereka terus berkomunikasi dengan tim penyelamat. Kami berupaya maksimal agar bisa segera mengeluarkan mereka,” ujar Pelayo.

Baca Juga: Ayah Tiri Rudapaksa Anak Kembar hingga Hamil di Surabaya, Lakukan Grooming dan Ancam Bunuh Korban Jika Melapor

 

Proses Penyelamatan

Operasi pencarian dilakukan dengan penuh tantangan karena struktur bangunan terbuat dari beton, sehingga sulit memindahkan puing-puing. 

Foto yang dibagikan Kantor Informasi Angeles City menunjukkan bangunan hancur menjadi tumpukan beton dan besi bengkok, tertutup jaring hijau proyek.

Pelayo menambahkan bahwa jalur listrik di sekitar lokasi ikut terdampak dan sedang diamankan agar tidak menghambat proses evakuasi.

Baca Juga: Blackout Sumatera Makan Korban, 2 Pelajar di Tanah Datar Tewas Diduga Keracunan Asap Genset 

“Kami menyerukan warga untuk bekerja sama dengan aparat agar operasi penyelamatan tidak terhambat dan tidak menimbulkan risiko tambahan,” ujarnya.

Angeles City dikenal sebagai pusat hiburan dan perdagangan di Luzon Utara. Kota ini pernah menjadi lokasi salah satu pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat terbesar di luar daratan AS sebelum ditutup pada awal 1990-an. 

Kawasan tersebut kini berkembang menjadi Clark Freeport Zone, pusat bisnis dan komersial yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Metro Manila.

Baca Juga: Ruwatan Kota Surabaya di Tugu Pahlawan, Simbol Syukur dan Edukasi Budaya Generasi Muda

Hingga kini, penyebab pasti runtuhnya bangunan belum diketahui. Pemerintah kota menyatakan akan meninjau riwayat konstruksi dan melakukan investigasi menyeluruh setelah operasi penyelamatan selesai.

“Penilaian belum selesai. Sistem komando terpadu masih bekerja, dan terlalu dini untuk menentukan penyebab runtuhnya bangunan,” jelas Pelayo. (abc/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#gedung ambruk #Angeles City filipina #pekerja terjebak #filipina