RADAR SURABAYA- Hubungan Uni Emirat Arab dengan Israel semakin menunjukkan kedekatan strategis di tengah memanasnya situasi geopolitik Timur Tengah.
Laporan dw.com, kedua negara dikabarkan tengah memperluas kerja sama pertahanan hingga membentuk aliansi baru yang dinilai dapat mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan Teluk.
Laporan sejumlah media internasional menyebut UEA dan Israel sedang menjajaki pembentukan dana pertahanan bersama untuk membeli persenjataan secara kolektif.
Langkah tersebut memperlihatkan hubungan bilateral keduanya tidak lagi sebatas kerja sama ekonomi, tetapi mulai merambah sektor keamanan dan militer.
Kedekatan itu semakin terlihat setelah muncul laporan mengenai kunjungan rahasia Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Abu Dhabi pada Mei 2026.
Baca Juga: Liverpool Masih Percaya Arne Slot, Rekrut Etienne Reijnen Jadi Sinyal Kuat Bertahan di Anfield
Meski pemerintah UEA membantah lawatan tersebut, berbagai sinyal diplomatik menunjukkan hubungan kedua negara terus menguat.
Sebelumnya, Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee mengungkap bahwa Israel telah meminjamkan sistem pertahanan udara kepada UEA guna membantu menghadapi ancaman serangan dari Iran.
Aliansi Baru Timur Tengah Mulai Terbentuk
Pengamat internasional menilai kedekatan UEA dan Israel menjadi bagian dari munculnya tatanan geopolitik baru di Timur Tengah.
Kedua negara disebut memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat pengaruh politik, ekonomi, dan keamanan di kawasan.
Peneliti European Council on Foreign Relations, Cinzia Bianco, menilai tatanan lama di kawasan Teluk mulai memudar dan digantikan pola aliansi baru yang lebih fleksibel.
Sementara itu, analis Friedrich Ebert Foundation di Lebanon, Marcus Schneider, menyebut UEA dan Israel kini membentuk blok politik baru yang memiliki pendekatan agresif dan disruptif terhadap kawasan Timur Tengah.
Menurut Schneider, Abu Dhabi melihat Israel sebagai mitra strategis yang mampu memberikan akses terhadap teknologi pertahanan, jaringan keamanan, hingga pengaruh global.
Baca Juga: Angkot Masih Ngetem di Bekas Pasar Maling, Armudji Geram karena Satpol PP Diam Saja
“Bagi UEA, Israel menawarkan kemampuan pertahanan, teknologi, dan dukungan geopolitik yang sangat penting,” tulis Bianco dalam analisanya.
Arab Saudi Ambil Jalur Berbeda
Di tengah kedekatan UEA dan Israel, Arab Saudi justru mengambil pendekatan berbeda. Riyadh kini lebih fokus menjaga stabilitas kawasan demi melindungi agenda ekonomi nasionalnya.
Arab Saudi disebut memperkuat hubungan dengan Mesir, Turki, dan Pakistan sebagai bagian dari strategi baru menghadapi dinamika kawasan tanpa harus terlalu dekat dengan Israel.
Perbedaan sikap tersebut memunculkan kembali retakan lama antara Saudi dan UEA yang sebelumnya sempat terlihat dalam konflik Yaman.
Pengamat dari Baker Institute for Public Policy, Kristian Coates Ulrichsen, menilai Arab Saudi kini lebih berhati-hati terhadap konflik terbuka, sedangkan UEA masih aktif memainkan pengaruh geopolitik secara agresif.
Timur Tengah Diprediksi Semakin Dinamis
Meski muncul blok-blok baru, banyak analis menilai aliansi di Timur Tengah tidak akan bersifat permanen.
Negara-negara kawasan kini cenderung membangun hubungan pragmatis sesuai kepentingan masing-masing.
Profesor Universitas Duisburg-Essen, Ibrahim Öztürk, mengatakan negara-negara Teluk sebenarnya sedang berusaha bertahan di tengah situasi global yang sangat tidak stabil.
Menurutnya, dinamika hubungan UEA dan Israel akan terus memengaruhi arah politik, keamanan, dan ekonomi Timur Tengah dalam beberapa tahun ke depan.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan