RADAR SURABAYA – Kawasan tempat suci haji di Arab Saudi kembali bertransformasi menjadi kota pintar musiman terbesar di dunia menjelang pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026.
Berbagai proyek infrastruktur modern, teknologi digital, hingga peningkatan layanan kesehatan dan sanitasi disiapkan untuk melayani jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Kidana Development Company bersama Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-tempat Suci terus memperkuat
sistem operasional di Mina, Muzdalifah, dan Arafah agar pelaksanaan ibadah haji berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
Salah satu proyek utama tahun ini adalah peneduhan dan pendinginan area sekitar Jabal Al-Rahmah di Arafah seluas lebih dari 392 ribu meter persegi.
Proyek tersebut meningkatkan kapasitas layanan bagi jemaah hingga lima kali lipat dibanding musim haji tahun lalu.
Di sektor kesehatan, kapasitas tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Mina juga ditingkatkan hingga dua kali lipat guna memperkuat kesiapan menghadapi kondisi darurat selama puncak ibadah haji.
Selain itu, jalur pedestrian di kawasan suci diperluas dan diperkuat melalui proyek peneduhan seluas 103 ribu meter persegi.
Lebih dari 66 ribu meter persegi area istirahat juga dibangun di sepanjang jalur pejalan kaki untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.
Arab Saudi turut memperluas ruang hijau melalui program “Green Holy Sites” dengan menanam lebih dari 60 ribu pohon di kawasan tempat suci.
Langkah tersebut membuat area hijau meningkat hingga tiga kali lipat dibanding sebelumnya.
Di area Jamarat, sistem pendingin modern diperbarui dengan pemasangan 400 kipas kabut air yang mampu melayani sekitar 360 ribu jemaah per jam atau meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu.
Pemerintah Arab Saudi juga memperkuat mobilitas jemaah dengan memasang 74 eskalator yang menghubungkan area perkemahan di perbukitan Mina.
Baca Juga: Sejarah Haji di Nusantara: Berangkat dengan Kapal Laut, Tempuh Perjalanan berbulan-bulan
Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar arus pergerakan jemaah menuju lokasi akomodasi dan area ibadah.
Untuk menambah kapasitas penginapan, proyek tenda Kidana Al-Khayf dibangun di dekat kompleks Jamarat dengan luas mencapai 24 ribu meter persegi.
Sementara proyek penginapan Rabiah Kidana mencakup area lebih dari 33 ribu meter persegi.
Peningkatan layanan sanitasi juga menjadi perhatian utama. Sebanyak 516 fasilitas sanitasi dan hampir 17 ribu toilet disiapkan untuk mengurangi waktu antrean jemaah hingga 75 persen.
Di kawasan Muzdalifah dan Arafah, lebih dari 6.900 toilet tambahan dibangun melalui 411 kompleks sanitasi baru.
Dengan tambahan tersebut, total fasilitas toilet di kawasan tempat suci kini mencapai lebih dari 115 ribu unit.
Arab Saudi menilai sistem operasional terintegrasi berbasis teknologi digital dan smart system menjadi kunci keberhasilan pengelolaan haji modern.
Setiap tahun, kawasan tempat suci mampu berubah menjadi kota modern berkapasitas jutaan orang hanya dalam waktu singkat untuk mendukung kelancaran ibadah haji.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan