Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gerak Cepat Cegah Penyebaran Hantavirus dari Kapal Pesiar MV Hondius, Tracing hingga Isolasi Penumpang 

Nurista Purnamasari • Jumat, 8 Mei 2026 | 08:26 WIB
Evakuasi penumpang kapal pesiar MV Hondius setelah dilaporkan beberapa penumpangnya terpapar hantavirus. (ISTIMEWA)
Evakuasi penumpang kapal pesiar MV Hondius setelah dilaporkan beberapa penumpangnya terpapar hantavirus. (ISTIMEWA)

RADAR SURABAYA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi adanya delapan kasus hantavirus terkait klaster kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian. 

Dari jumlah tersebut, lima kasus telah terkonfirmasi positif. Virus yang terlibat adalah strain Andes, satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia melalui kontak erat dan berkepanjangan.

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa meski insiden ini serius, risiko kesehatan masyarakat secara global masih rendah.

Baca Juga: Persebaya Bertekad Pertahankan Rekor Clean Sheet Saat Hadapi Persis Solo

“Meskipun ini insiden serius, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat rendah. Namun, ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan,” ujar Tedros, Kamis (7/5).

Isolasi Dua Warga Singapura

Otoritas kesehatan Singapura mengumumkan bahwa dua pria berusia 65 dan 67 tahun yang tercatat sebagai penumpang MV Hondius kini diisolasi di National Centre for Infectious Diseases (NCID). Satu pasien menunjukkan gejala ringan berupa pilek, sementara satu lainnya tidak bergejala.

Communicable Diseases Agency (CDA) menegaskan langkah isolasi dilakukan sebagai pencegahan meski risiko penularan ke masyarakat umum dinilai rendah.

Baca Juga: Mengenal Hantavirus, Penyakit dari Hewan Pengerat dengan Risiko Tinggi

“Pelacakan kontak akan dilakukan untuk mengidentifikasi individu yang sempat terpapar selama periode infeksius, dan kontak erat akan dikarantina,” ungkap CDA.

Penumpang Lintas Negara Dilacak

Oceanwide Expeditions, operator MV Hondius, mengonfirmasi lebih dari dua lusin penumpang turun di St. Helena pada 24 April 2026, sekitar dua minggu setelah kematian pertama. 

Otoritas global kini melacak 30 penumpang dari 12 negara yang sempat turun sebelum mengetahui mereka terpapar virus.

Baca Juga: Gandeng BCA, Pakuwon Group Kembali Gelar Pameran Kejar Penjualan 2026 

Di Amerika Serikat, CDC menyebut enam warga Amerika termasuk di antara penumpang yang turun. 

Mereka kini dipantau di empat negara bagian, Georgia, Arizona, California, dan Virginia, meski tidak menunjukkan gejala.“Risiko bagi masyarakat setempat tetap sangat rendah,” tegas CDC dalam siaran pers.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Belanda mengonfirmasi seorang pramugari sedang dirawat karena diduga terinfeksi setelah berkontak dengan penumpang yang meninggal. 

KLM Royal Dutch Airlines juga menyatakan seorang wanita Belanda yang meninggal akibat hantavirus sempat berada di penerbangan dari Johannesburg ke Amsterdam sebelum diturunkan dari pesawat karena kondisi kesehatan.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Jombang Mengamuk dan Hendak Kabur dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Ini Penyebabnya

Langkah WHO dan Otoritas Global

WHO telah mengirim 2.500 kit diagnostik dari Argentina ke laboratorium di lima negara untuk memperkuat kapasitas pengujian. 

Selain itu, WHO menugaskan seorang ahli ke atas kapal guna melakukan penilaian medis menyeluruh terhadap penumpang dan awak.

Ahli epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove, menegaskan bahwa wabah ini tidak akan berkembang menjadi epidemi global.

Baca Juga: Persiapan Porprov X 2027 Dimulai, Surabaya Siapkan Tiga Klaster Venue Olahraga

“Ini bukan Covid, ini bukan influenza. Ini bukan awal epidemi, ini bukan awal pandemi,” ujarnya di Jenewa.

Hantavirus sendiri adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat ke manusia. Infeksi dapat menyebabkan penyakit serius seperti Sindrom Kardiopulmoner Hantavirus (HCPS) di Amerika dan Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (HFRS) di Eropa dan Asia. 

Strain Andes dikenal lebih berbahaya karena memiliki potensi penularan antar manusia, meski kasusnya jarang. (who/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#MV Hondius #hantavirus #kapal pesiar #who #Singapura