RADAR SURABAYA - Kecemasan global meningkat setelah kapal pesiar MV Hondius dilaporkan membawa wabah hantavirus yang menewaskan tiga penumpang.
Kapal berbendera Belanda itu berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde sebelum akhirnya ditolak bersandar oleh sejumlah negara di Afrika dan Eropa karena kekhawatiran penyebaran penyakit langka tersebut.
Diketahui, otoritas di Tanjung Verde menolak kapal bersandar di pelabuhan Praia setelah tiga penumpang meninggal dunia dan dua awak menunjukkan gejala pernapasan akut.
Baca Juga: Terjebak Sindikat Penipuan Daring di Kamboja, Ribuan WNI Minta Bantuan Dipulangkan ke Tanah Air
Pemerintah setempat menyatakan tidak memiliki fasilitas medis memadai untuk menangani wabah menular.
Negara-negara lain di sekitar rute pelayaran, termasuk beberapa pelabuhan di Afrika Barat, juga menolak permintaan sandar.
Spanyol akhirnya menyetujui permintaan WHO dan Uni Eropa untuk menerima kapal di Kepulauan Canary, dengan protokol ketat agar tidak terjadi kontak dengan penduduk lokal.
Baca Juga: Diduga Terjangkit Hantavirus, 3 Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Meninggal
“Langkah ini diambil sesuai hukum internasional dan semangat kemanusiaan,” ujar Kementerian Kesehatan Spanyol, Rabu (6/5).
Data terbaru dari WHO menunjukkan tujuh kasus hantavirus, terdiri dari dua terkonfirmasi dan lima suspek.
Dua kasus terkonfirmasi melibatkan perempuan asal Belanda, salah satu korban meninggal serta pria 69 tahun asal Inggris yang telah dievakuasi ke Afrika Selatan untuk perawatan.
Baca Juga: PSG Singkirkan Bayern, Dembele Antar Les Parisiens Tantang Arsenal di Final Liga Champions
Organisasi Kesehatan Dunia juga menemukan indikasi penularan dari manusia ke manusia, meski risiko bagi masyarakat umum dinilai rendah.
Virus yang terdeteksi merupakan strain Andes, varian langka yang memiliki potensi penularan melalui kontak sangat dekat.
Sebanyak 149 penumpang dan kru dari 23 negara masih berada di kapal dan dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary dalam tiga hingga empat hari.
Mereka akan menjalani pemeriksaan medis menyeluruh dan karantina di fasilitas khusus yang disiapkan pemerintah Spanyol.
Baca Juga: Mengenal Hantavirus, Penyakit dari Hewan Pengerat dengan Risiko Tinggi
WHO dan ECDC kini memantau ketat perkembangan wabah ini, sementara operator kapal Oceanwide Expeditions memastikan seluruh penumpang tetap diisolasi hingga proses evakuasi selesai. (nyt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari