Diduga Terjangkit Hantavirus, 3 Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Meninggal
Nurista Purnamasari• Senin, 4 Mei 2026 | 19:47 WIB
WHO melaporkan 3 penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal akibat dugaan hantavirus. (ISTIMEWA)RADAR SURABAYA - Dunia internasional digegerkan oleh kasus meninggalnya penumpang kapal pesiar yang diduga terjangkit hantavirus. Temuan tersebut dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Dimana WHO menduga adanya kasus hantavirus di kapal pesiar internasional MV Hondius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik. Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia, satu kasus terkonfirmasi melalui uji laboratorium, dan lima lainnya masih berstatus suspek. Baca Juga: Miris! Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Akibat Dicabuli Kakeknya Peristiwa ini mengejutkan dunia medis karena hantavirus jarang dikaitkan dengan lingkungan kapal pesiar.
Kronologi Kasus
Dari total enam orang yang terinfeksi, tiga meninggal dunia dan satu pasien masih dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan. Salah satu korban, pria berusia 70 tahun, mengalami demam, sakit kepala, nyeri perut, dan diare sebelum meninggal di Pulau St. Helena. Baca Juga: Hendak Mendaki Bukit Premium Pasuruan, Mahasiswi Dibacok Kawanan Begal, Pelaku DitembakIstrinya yang berusia 69 tahun juga jatuh sakit dan meninggal di fasilitas kesehatan Afrika Selatan. Korban ketiga adalah warga Inggris yang sempat dirawat di Ascension sebelum dipindahkan ke Sandton.Juru bicara Kementerian Kesehatan Nasional Afrika Selatan, Foster Mohale, menyebut para penumpang MV Hondius kini berada di fasilitas kesehatan akibat komplikasi infeksi saluran pernapasan akut. “Tidak perlu kepanikan di masyarakat karena hanya dua pasien dari kapal tersebut yang berada di wilayah kami,” ujarnya.Baca Juga: Polda Jatim Musnahkan 22, 2 Kilogram Kokain yang Ditemukan di Pantai SumenepMV Hondius membawa sekitar 150 penumpang dari berbagai negara, berangkat dari Ushuaia, Argentina, menuju Kepulauan Canary. Kapal sempat singgah di Antarktika, Falkland, Georgia Selatan, Tristan da Cunha, St. Helena, Ascension, dan Cape Verde. Otoritas kesehatan Afrika Selatan bersama WHO dan National Institute for Communicable Diseases kini melakukan pelacakan kontak untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.Baca Juga: Kecelakaan Adu Banteng Motor Tabrak Mobil di Ngagel Surabaya, Warga Dinoyo Meninggal
Tentang Hantavirus
Hantavirus ditularkan oleh hewan pengerat melalui partikel kering dari kotoran atau urin tikus yang terhirup manusia. Gejalanya mirip flu, seperti demam, menggigil, nyeri tubuh, dan sakit kepala, yang kemudian berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga gagal paru atau jantung. Menurut CDC AS, hanya virus Andes di Amerika Selatan yang diketahui dapat menular antar manusia.Baca Juga: Demam SDSB di Surabaya Era 90-an, Banyak Warga Kecanduan Tebak Nomor AjaibDokter sekaligus asisten profesor kedokteran di University of Michigan, Emily Abdoler, menegaskan bahwa kasus ini sangat jarang. “Saya tidak mengetahui ada kasus lain yang dilaporkan di kapal pesiar sebelumnya. Enam orang sakit akibat hantavirus di kapal pesiar adalah hal yang belum pernah saya dengar,” ucapnya.Kasus hantavirus di MV Hondius menjadi peringatan bahwa penyakit langka pun bisa muncul di lingkungan wisata global. (cnn/nur) Editor : Nurista Purnamasari