RADAR SURABAYA - Gelombang panas ekstrem kembali melanda sebagian besar wilayah India, dengan suhu mencapai 46,9 derajat Celsius di beberapa daerah.
Kondisi ini memicu peringatan kesehatan nasional dan langkah darurat dari pemerintah untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Menurut Departemen Meteorologi India (IMD), suhu tertinggi tercatat di distrik Jaisalmer dan Barmer di negara bagian Rajasthan bagian barat, yakni 46,4°C pada Senin (27/4).
Baca Juga: Drama Tiga Penalti! Atletico Madrid vs Arsenal Berakhir Imbang 1-1 di Semifinal Liga Champions
Sementara di negara bagian Maharashtra bagian barat daya, wilayah Akola, Wardha, dan Amravati mencatat suhu ekstrem hingga 46,9°C.
Di bagian timur, distrik Jharsuguda di Odisha mencatat suhu 44,8°C, dan Sonepur mencapai 43,7°C.
Bahkan ibu kota New Delhi mencatat suhu 42,8°C pada Sabtu (25/4), menjadikannya salah satu kota terpanas di Asia Selatan pekan ini.
Baca Juga: Ledakan Tambang Batu Bara Ilegal di India, 23 Orang Tewas
Menanggapi kondisi tersebut, IMD mengeluarkan imbauan kesehatan bagi masyarakat untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menghindari aktivitas luar ruangan antara pukul 12.00–16.00.
“Kami meminta masyarakat untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari dan memperbanyak konsumsi air. Gelombang panas kali ini berpotensi menyebabkan heatstroke jika tidak diantisipasi,” ujar juru bicara IMD dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Xinhua.
Sekolah Ditutup dan Rumah Sakit Siaga
Sebagai langkah pencegahan, sejumlah sekolah dasar di wilayah terdampak telah ditutup sementara atau mengubah jam belajar agar siswa tidak beraktivitas di tengah suhu ekstrem.
Pemerintah juga membuka bangsal khusus heatstroke di Rumah Sakit Ram Manohar Lohia, New Delhi, untuk menangani pasien dengan gejala dehidrasi dan kelelahan akibat panas.
“Kami menambah kapasitas ruang perawatan dan tenaga medis untuk menghadapi lonjakan kasus heatstroke. Fokus kami adalah pencegahan dan penanganan cepat,” kata salah satu pejabat kesehatan Delhi. (xin/nur)
Editor : Nurista Purnamasari