Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

UEA Resmi Tinggalkan OPEC

Nurista Purnamasari • Rabu, 29 April 2026 | 04:32 WIB
Bendera Uni Emirat Arab. (Istimewa)
Bendera Uni Emirat Arab. (Istimewa)

RADAR SURABAYA - Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+ menjadi pukulan besar bagi kelompok produsen minyak dunia. 

Langkah ini diambil saat kawasan Teluk tengah menghadapi guncangan energi akibat konflik Iran yang menutup Selat Hormuz, jalur vital distribusi seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia.

Dilansir kantor berita negara WAM, Selasa (28/4), UEA akan resmi menarik diri dari OPEC pada 1 Mei 2026. 

Baca Juga: Terdampak Perang Iran-Amerika, Sekar Laut Cari Pasar Ekspor Baru di Asia dan Afrika 

“Keputusan ini mencerminkan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA serta profil energi yang terus berkembang,” demikian pernyataan resmi pemerintah Abu Dhabi.

UEA menegaskan bahwa selama menjadi anggota OPEC, mereka telah memberikan kontribusi signifikan. 

Namun kini, fokus diarahkan pada kepentingan nasional, termasuk percepatan investasi dalam produksi energi domestik. 

Baca Juga: Arema FC vs Persebaya 0-4: Rivera Bersinar, Persebaya Bikin Arema FC Remuk Redam

“Sudah saatnya kita memfokuskan upaya pada apa yang dituntut oleh kepentingan nasional kita,” lanjut pernyataan tersebut.

Menurut laporan Al Jazeera, keputusan ini diambil setelah Abu Dhabi mengkritik negara-negara Arab lain yang dinilai kurang melindungi UEA dari serangan Iran selama perang. 

Sebagai pusat bisnis regional dan sekutu penting Washington, UEA menjadi salah satu target serangan balasan Teheran.

Baca Juga: Jatim Tancap Gas! Target Juara Umum di Kejurnas Loncat Indah 2026

Selain itu, hubungan UEA dengan Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia sekaligus kekuatan dominan OPEC, juga menghadapi ketegangan. 

Situasi semakin rumit karena blokade Iran terhadap Selat Hormuz membuat pengiriman minyak dari negara-negara Teluk terhambat.

OPEC, yang didirikan pada 1960, selama ini menjadi pemain utama dalam pasokan minyak global dengan kontribusi lebih dari sepertiga produksi dunia. 

Keputusan UEA untuk keluar dinilai akan memengaruhi koordinasi kebijakan produksi dan harga minyak internasional.

Baca Juga: Hujan Gol! PSG vs Bayern 5-4, 9 Gol Tercipta di Laga Super Panas Liga Champions!

Seorang analis energi regional, Fahim Al-Mutairi, menilai langkah UEA bisa mempercepat diversifikasi energi domestik. 

“UEA ingin menunjukkan bahwa mereka tidak lagi bergantung penuh pada OPEC. Fokusnya kini pada energi domestik dan investasi jangka panjang,” ujarnya.

Keputusan UEA meninggalkan OPEC mencerminkan perubahan strategi energi di tengah ketidakpastian geopolitik. Dampaknya terhadap pasar minyak dunia akan menjadi sorotan utama dalam beberapa bulan ke depan. (wam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#produsen minyak dunia #uni emirat arab #abu dhabi #opec #uea