RADAR SURABAYA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) selamat dari kebakaran besar yang melanda kawasan permukiman terapung di Kampung Bahagia, Sandakan, Sabah, Malaysia, Minggu (19/4) dini hari.
Para WNI saat ini ditampung bersama ribuan korban lainnya di enam titik penampungan sementara yang tersebar di wilayah Batu Sapi, Sandakan.
Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI menyebut data awal diperoleh dari hasil peninjauan lapangan dan pendataan yang dilakukan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Kota Kinabalu bersama otoritas setempat serta tokoh masyarakat.
Baca Juga: Unesa Temukan Indikasi Perjokian dan Pemalsuan Dokumen dalam UTBK SNBT di Awal Ujian
“KJRI Kota Kinabalu akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk melakukan pendataan lebih lanjut serta memastikan langkah pelindungan yang diperlukan bagi WNI terdampak,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI di Jakarta, Selasa (21/4).
Lebih dari 9.000 warga terdampak kebakaran yang menghanguskan sekitar 1.000 rumah dari total 1.200 unit di kawasan rumah terapung tersebut.
Kepala Kepolisian Distrik Sandakan, ACP George Abd Rakman, menegaskan hingga kini tidak ada laporan korban jiwa.
Baca Juga: Kebakaran Besar Landa Rumah Terapung Kampung Bahagia Malaysia, 1.000 Rumah Warga Hangus
“Yang terjadi kemungkinan adalah cedera saat menyelamatkan harta benda atau membantu teman-teman lain,” ujarnya.
Operasi manajemen bencana dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia (JBPM) sebagai komandan insiden, serta Angkatan Pertahanan Sipil Malaysia (APM).
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut dan menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Baca Juga: BP3MI Jatim : Pemulangan PMI Bermasalah, Mayoritas Berangkat Nonprosedural
“Pemerintah tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Negeri Sabah untuk menyediakan bantuan dasar dan penempatan sementara secepat mungkin,” kata Anwar. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari