RADAR SURABAYA – China kembali mencatat terobosan di bidang teknologi maritim dengan meluncurkan pulau terapung buatan pertama di dunia yang dirancang khusus untuk riset laut dalam. Fasilitas ini diperkenalkan pada akhir bulan lalu sebagai bagian dari penguatan eksplorasi kelautan.
Platform yang dikenal sebagai Pulau Terapung Laut Terbuka tersebut dirancang sebagai pusat penelitian modern yang mampu beroperasi di tengah laut, termasuk dalam kondisi cuaca ekstrem.
Baca Juga: China Sulap Laut Jadi Pulau Raksasa, 12 Tahun Reklamasi di Laut China Selatan
Proyek ini mengintegrasikan tiga sistem utama, yakni platform fasilitas inti, laboratorium berbasis kapal, serta sistem pendukung dari darat. Integrasi tersebut memungkinkan aktivitas riset berjalan lebih efisien dan terkoordinasi.
Dari sisi teknologi, pulau terapung ini menggunakan desain lambung kembar semi-submersible yang membuatnya tetap stabil saat menghadapi gelombang besar. Fasilitas ini juga mampu menguji peralatan laut dalam berbobot ratusan ton secara langsung di lokasi.
Baca Juga: Tragedi Laut Andaman: Perahu Disapu Gelombang, 250 Pengungsi Rohingya dan Warga Bangladesh Hilang
Tak hanya itu, platform ini diproyeksikan dapat mendukung penelitian hingga kedalaman 10.000 meter. Dalam kajian Oseanografi, kemampuan ini membuka peluang eksplorasi lebih luas terhadap ekosistem laut dalam yang selama ini sulit dijangkau.
Proyek yang dikembangkan oleh Universitas Shanghai Jiao Tong ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2030. Nantinya, fasilitas ini akan difungsikan sebagai pusat pengujian teknologi penambangan laut dalam, peralatan kelautan, hingga fasilitas minyak dan gas lepas pantai.
Baca Juga: Gawat! Mikroplastik Ditemukan di Ekosistem Laut Dalam Indonesia
Selain untuk riset sumber daya, pulau terapung ini juga berperan dalam pengumpulan data meteorologi. Informasi yang dihimpun diharapkan dapat meningkatkan akurasi prediksi topan dan memperkuat mitigasi bencana di wilayah pesisir.
Kehadiran platform ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan teknologi kelautan global, sekaligus mempercepat pemahaman manusia terhadap potensi dan misteri yang tersimpan di dasar samudra. (ida/fir)
Editor : M Firman Syah