Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Presiden AS Donald Trump Ejek Paus Leo XIV, Begini Reaksi Presiden Iran

Lambertus Hurek • Selasa, 14 April 2026 | 11:49 WIB

Paus Leo XIV bersama ulama terkemuka di Aljazair. (VATICAN NEWS)

Paus Leo XIV bersama ulama terkemuka di Aljazair. (VATICAN NEWS)

 

RADAR SURABAYA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian tampak tersinggung. Bukan soal perang. Bukan soal sanksi. Tapi soal kata-kata.

Yang disasar adalah Paus Leo XIV. Dan yang mengucapkan: Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca Juga: Tegas! Polres Tanjung Perak Surabaya PTDH Anggota, Ini Pesan Kapolres

Lewat akun X, Pezeshkian menulis dengan nada keras. Ia menyebut penghinaan terhadap pesan perdamaian Yesus Kristus, yang ia sebut nabi perdamaian, tidak bisa diterima siapa pun. Apalagi jika dibungkus dengan serangan kepada Paus.

Iran tidak berhenti di situ. Kementerian Luar Negerinya ikut bicara. Juru bicaranya, Esmail Baghaei, memilih diksi yang dalam. Ia menyebut dunia hari ini terlalu bising oleh suara bom dan para panglima perang.

Di tengah kebisingan itu, kata Baghaei, suara Paus Leo justru seperti gema Injil: berbahagialah para pembawa damai.

Maka, menghina Paus, bagi Iran, bukan sekadar kritik. Itu serangan. Terang-terangan. Kepada upaya perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.

Baca Juga: Jawa Timur Mulai Batasi Gadget di Sekolah, Begini Hasil Uji Coba Sementara

Semua ini bermula dari Trump. Ia menyebut Paus Leo XIV lemah. Tidak tegas menghadapi kejahatan. Bahkan dinilai buruk dalam urusan luar negeri. Kritiknya melebar ke mana-mana, termasuk sikap Paus soal konflik Iran.

Trump juga menuduh: kepemimpinan Paus sarat motif politik.

Paus Leo tidak membalas dengan nada tinggi. Ia memilih tenang. Ia tidak takut, katanya. Ia akan tetap bicara melawan perang. Bukan karena politik. Tapi karena Injil. Ia juga tidak tertarik berdebat langsung dengan Trump.

Sikap Paus memang semakin jelas belakangan ini. Ia vokal soal perdamaian. Terutama di tengah memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ia menolak “pamer kekuatan”. Ia melihat di situlah awal perang.

Paus Leo XIV sendiri bukan sosok sembarangan. Namanya Robert Francis Prevost. Lahir di Chicago. Tumbuh dalam keluarga Katolik yang taat.

Ia bukan hanya orang Amerika pertama yang menjadi Paus. Ia juga pernah lama menjadi misionaris di Peru. Hidupnya tidak jauh dari umat kecil. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#donald trump #iran #presiden iran #menlu iran #Paus Leo XIV