RADAR SURABAYA - Pemerintah Iran menyatakan Amerika Serikat secara prinsip telah menerima proposal berisi 10 poin untuk mengakhiri perang. Informasi itu disampaikan lembaga penyiaran pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), Rabu 8 April 2026.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan proposal tersebut akan menjadi kerangka negosiasi menuju kesepakatan yang lebih luas. Namun, tidak semua rincian dibuka ke publik.
Baca Juga: Siti Julaeha IRT Sukses Berkat Pendampingan Holding UMI
Menurut laporan IRIB, poin-poin utama mencakup jaminan tidak ada agresi terhadap Iran, pengakuan hak Teheran memperkaya uranium, serta pencabutan sanksi utama dan sekunder Amerika Serikat. Selain itu, Iran juga menuntut tetap menguasai Selat Hormuz.
Proposal itu juga memuat penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional terhadap Iran. Ada pula tuntutan kompensasi, penarikan pasukan tempur AS dari kawasan, serta penghentian konflik di berbagai front, termasuk Lebanon.
Dewan tersebut menekankan, pembicaraan ini bukan berarti perang sudah berakhir. Menurut dia, kesepakatan final tetap bergantung pada terpenuhinya seluruh syarat Iran dan pembahasan rinci dalam negosiasi.
Baca Juga: Tabung Gas Meledak, Rumah Warga Jalan Babadan Surabaya Terbakar, Dua Orang Alami Luka Bakar
Iran juga menjamin jalur aman di Selat Hormuz selama proses perundingan. Jaminan itu akan dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata Iran.
Negosiasi dijadwalkan dimulai Jumat (10/4) di Islamabad, Pakistan, dengan mediasi pemerintah setempat. Perundingan diperkirakan berlangsung dua pekan dan bisa diperpanjang sesuai kesepakatan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan. Dia menyebut proposal dari Teheran sebagai dasar yang bisa diterapkan dalam negosiasi. (*)
Editor : Lambertus Hurek