Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Larangan Penggunaan Ponsel di Sekolah Belanda Tingkatkan Fokus dan Interaksi Siswa

Cak Fir • Minggu, 5 April 2026 | 07:21 WIB
 Ilustrasi Smartphone.
Ilustrasi Smartphone.

RADAR SURABAYA – Pemerintah Belanda bersama sekolah dan tenaga pendidik telah menerapkan larangan penggunaan ponsel di lingkungan sekolah sejak dua tahun terakhir. Kebijakan ini bertujuan mengurangi gangguan selama proses belajar mengajar. Hasilnya, sejumlah dampak positif mulai terlihat.

Dalam aturan tersebut, siswa tidak diperbolehkan menggunakan perangkat seperti smartphone, smartwatch, maupun tablet di area sekolah. Larangan berlaku di seluruh lingkungan, mulai dari ruang kelas hingga kantin. Kebijakan ini mendorong siswa lebih fokus pada aktivitas belajar.

Seiring waktu, pemerintah Belanda berencana memperluas kebijakan tersebut. Pembatasan akses media sosial untuk anak di bawah usia 16 tahun juga tengah dikaji di tingkat Uni Eropa. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat menjadi perhatian utama.

Baca Juga: 7 Jenis Aplikasi yang Sebaiknya Dihapus dari Ponsel Android agar Performa Optimal

Meski demikian, kebijakan ini tidak langsung diterima oleh semua siswa. Beberapa pelajar mengaku sempat merasa keberatan. Mereka harus beradaptasi dengan aturan baru yang lebih ketat.

Hena dan Fena, dua siswa setempat, mengaku harus lebih berhati-hati agar ponsel tidak disita. Namun, mereka mulai merasakan manfaat dari kebijakan tersebut. Lingkungan sekolah menjadi lebih kondusif.

“Meskipun terasa menyebalkan, kami jadi lebih memperhatikan sekitar,” ujarnya. Mereka juga menyebut saat jam istirahat, siswa kini lebih banyak berinteraksi. Aktivitas bermain ponsel pun berkurang drastis.

Baca Juga: Kurangi Konsumsi BBM, Mendikdasmen Imbau Siswa Bersepeda atau Jalan Kaki ke Sekolah

Hasil studi pemerintah terhadap 317 sekolah menengah menunjukkan dampak positif. Sekitar tiga perempat responden melaporkan peningkatan konsentrasi belajar. Selain itu, suasana sosial di sekolah dinilai semakin baik.

Sekitar sepertiga responden juga mencatat peningkatan prestasi akademik. Tidak hanya itu, kasus perundungan dilaporkan menurun. Hal ini terjadi karena berkurangnya interaksi negatif di dunia digital.

Pengalaman serupa dirasakan oleh Felix dan Karel, siswa berusia 15 tahun. Sebelumnya, mereka menghabiskan dua hingga lima jam per hari di media sosial. Kebiasaan tersebut kini mulai berkurang.

Baca Juga: Perindo Jatim Dorong Gubernur Buka Program Magang Siswa saat Liburan

Awalnya, kebijakan ini sempat ditolak oleh sebagian siswa. Namun, seiring waktu mereka mulai beradaptasi. Dampak positif pun mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Felix menilai menjauhkan ponsel membantu meningkatkan fokus belajar. Selain itu, interaksi antar siswa menjadi lebih aktif. Hubungan pertemanan juga semakin erat.

Kini, siswa lebih banyak berbicara dan beraktivitas bersama. Lingkungan sekolah menjadi lebih hidup tanpa ketergantungan pada ponsel. Kebijakan ini dinilai efektif dalam membentuk kebiasaan positif. (btl/fir)

Editor : M Firman Syah
#media sosial #ponsel #sekolah #Konsentrasi Belajar #interaksi sosial