RADAR SURABAYA - Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menyepakati perluasan kemitraan strategis kedua negara menjadi lebih komprehensif. Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Korea Selatan Cheong Wa Dae, Seoul, Korsel, Rabu (1/4).
"Saya menyampaikan harapan untuk meningkatkan hubungan kemitraan strategis khusus antara Indonesia dan Korea Selatan menjadi kemitraan yang lebih komprehensif," ujar Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: ITS Loloskan 1.716 Mahasiswa Baru Jalur SNBP 2026, Pendaftar Tembus 18 Ribu
Perluasan kemitraan kedua negara itu ditandai dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman kerja sama di berbagai sektor. Kunjungan kenegaraan perdana Presiden Prabowo ke Korsel itu mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk mempererat hubungan yang telah terjalin erat selama puluhan tahun.
Presiden menganggap Korsel sebagai sahabat dekat Indonesia dan berkeinginan kuat untuk meningkatkan level kerja sama di berbagai bidang. Prabowo juga menekankan keterbukaan dan kejujuran merupakan kunci utama dalam menjaga hubungan yang konstruktif di tengah dinamika hubungan antarnegara.
Dalam pembicaraan tersebut, Prabowo menyoroti posisi geografis dan ekonomi kedua negara yang memiliki banyak kesamaan. Indonesia dan Korsel dinilai memiliki kepentingan bersama yang sangat kuat sebagai sesama negara di kawasan Pasifik.
Baca Juga: Mahasiswa di Surabaya Belajar Main Golf untuk Bangun Relasi Bisnis
"Kita berdua adalah negara di Pasifik. Kita berdua adalah negara perdagangan. Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi," ungkap Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden menilai kemajuan pesat Korsel di bidang industri, sains, dan teknologi dapat bersinergi dengan kekuatan Indonesia. Indonesia sendiri saat ini memiliki keunggulan berupa sumber daya alam (SDA) yang melimpah serta pangsa pasar yang besar.
Selain aspek ekonomi, kedua pemimpin negara juga membahas pentingnya stabilitas dan perdamaian di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Menurut Prabowo, hubungan solid antarnegara seperti Indonesia dan Korsel menjadi semakin krusial dalam menghadapi situasi dunia yang penuh tantangan.
"Kunjungan kenegaraan saya ke sini berlangsung di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan bahaya. Oleh karena itu, hubungan antarnegara seperti Indonesia dan Korea Selatan menjadi semakin penting," ucapnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek