Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Person of The Year Piala Dunia U-17 Selebriti Sidoarjo Sport Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Korea Utara Uji Mesin Roket Canggih, Sinyal Kuat Percepat Program Rudal Global

Rahmat Adhy Kurniawan • 2026-03-29 18:12:02
Kim Jong Un menyatakan bahwa uji coba tersebut memiliki arti penting dalam upaya modernisasi kekuatan strategis negara tersebut.DW News/KENA/REUTERS
Kim Jong Un menyatakan bahwa uji coba tersebut memiliki arti penting dalam upaya modernisasi kekuatan strategis negara tersebut.DW News/KENA/REUTERS

RADAR SURABAYA - Korea Utara kembali menunjukkan ambisi militernya di kancah global.

Pemimpin negara tersebut, Kim Jong Un, mengawasi langsung uji coba mesin roket berbahan bakar padat berdaya dorong tinggi sebagai bagian dari penguatan program persenjataan strategis.

Seperti dikutip dari DW News, media pemerintah KCNA melaporkan, uji coba mesin roket tersebut merupakan bagian dari rencana pertahanan lima tahun Korea Utara. 

Mesin yang dikembangkan menggunakan material komposit serat karbon itu diklaim mampu menghasilkan daya dorong maksimum hingga 2.500 kilonewton.

Sayangnya, laporan tersebut tidak merinci waktu maupun lokasi pelaksanaan uji coba.

Pengembangan mesin roket berdaya dorong tinggi ini dinilai sebagai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile/ICBM).

Teknologi tersebut memungkinkan rudal diluncurkan lebih cepat, menjangkau jarak lebih jauh, serta lebih sulit dideteksi oleh sistem pertahanan musuh.

Sejumlah analis menilai, peningkatan teknologi ini membuka peluang bagi Korea Utara untuk memperluas jangkauan serangan hingga ke berbagai belahan dunia, termasuk wilayah daratan utama Amerika Serikat.

Analis dari Korea Institute for National Unification, Hong Min, menyebut uji coba ini sebagai bukti kuat tekad Pyongyang dalam mengembangkan sistem rudal yang mampu menjangkau target global.

Ini juga menjadi uji coba pertama mesin roket berdaya dorong tinggi sejak September lalu, ketika Korea Utara hanya menguji mesin dengan kapasitas dorong lebih rendah.

Selain pengujian tersebut, Kim Jong Un juga dilaporkan meninjau latihan pasukan operasi khusus serta pengembangan tank tempur utama terbaru, menandakan peningkatan menyeluruh pada kekuatan militer negara itu.

Kritik terhadap Amerika Serikat 

Beberapa hari sebelum uji coba, Kim Jong Un melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat.

 Ia menuduh Washington melakukan “terorisme negara” dan agresi global, yang diduga terkait konflik di Timur Tengah.

Ketegangan antara kedua negara terus berlanjut sejak upaya diplomasi dengan mantan Presiden Donald Trump gagal mencapai kesepakatan pada 2019.

Pengujian ini menjadi yang pertama dikonfirmasi untuk mesin roket berbahan bakar padat berdaya dorong tinggi sejak September lalu, saat Pyongyang hanya melaporkan uji mesin dengan daya dorong lebih rendah/DW News/KCNA/Reuters
Pengujian ini menjadi yang pertama dikonfirmasi untuk mesin roket berbahan bakar padat berdaya dorong tinggi sejak September lalu, saat Pyongyang hanya melaporkan uji mesin dengan daya dorong lebih rendah/DW News/KCNA/Reuters

 

Meski demikian, pada Februari lalu Korea Utara sempat memberi sinyal terbuka untuk kembali ke meja perundingan, dengan syarat Amerika Serikat mencabut tuntutan denuklirisasi.

Sinyal Penguatan Status Nuklir

Langkah terbaru ini mempertegas arah kebijakan Korea Utara dalam memperkuat statusnya sebagai negara dengan kekuatan nuklir.

Uji coba mesin roket berdaya dorong tinggi menjadi indikator bahwa Pyongyang terus mempercepat modernisasi teknologi militernya di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Dengan peningkatan teknologi roket ini, Korea Utara tidak hanya memperkuat pertahanan nasional, tetapi juga mengirim pesan kuat kepada dunia mengenai kesiapan militernya dalam menghadapi berbagai skenario konflik global.(rak) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#intercontinental ballistic missille #ICBM #roket #kim jong un #korea utara