Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

FBI Peringatkan Potensi Serangan Rudal Jelajah Iran ke Jantung California AS

Cak Fir • Minggu, 29 Maret 2026 | 09:37 WIB
Sulit Dideteksi : Pesawat dan rudal iran diluncurkan dari peluncur bergerak yang menyulitkan musuh untuk mendeteksi.
Sulit Dideteksi : Pesawat dan rudal iran diluncurkan dari peluncur bergerak yang menyulitkan musuh untuk mendeteksi.

Washington — Otoritas keamanan Amerika Serikat meningkatkan kewaspadaan setelah Biro Investigasi Federal (FBI) memperingatkan kemungkinan skenario serangan pesawat tanpa awak (drone) yang diduga terkait Iran dan berpotensi menargetkan wilayah Pantai Barat, khususnya California.

Dilansir dari media ABC, Peringatan yang beredar di kalangan aparat penegak hukum tersebut mengacu pada informasi intelijen awal yang belum terverifikasi. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa Iran diduga mempertimbangkan penggunaan UAV yang diluncurkan dari kapal tak dikenal di lepas pantai Amerika Serikat sebagai respons atas potensi atau realisasi serangan militer AS terhadap Teheran.

Meski tidak memuat detail operasional seperti waktu, target, atau metode spesifik, peringatan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran atas bentuk ancaman asimetris yang kian berkembang dalam lanskap konflik modern.

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan terus mengintensifkan tekanan militer terhadap Iran, sementara Teheran sebelumnya telah menunjukkan kapasitasnya melalui serangan drone di berbagai titik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Korut Siap Join Perang Iran, Diam-diam Uji Coba Rudal Kapal Terbaru

Seorang pejabat penegak hukum senior menyatakan bahwa kemampuan ofensif Iran kemungkinan telah melemah setelah rangkaian serangan udara selama hampir dua pekan. Namun demikian, risiko serangan balasan dengan metode non-konvensional dinilai tetap terbuka.

Di tingkat domestik, otoritas negara bagian California merespons dengan memperkuat koordinasi lintas lembaga. Kantor Gubernur Gavin Newsom menyatakan bahwa upaya perlindungan terhadap masyarakat dilakukan melalui sinergi antara aparat negara bagian, lokal, dan federal.

Departemen Sheriff Los Angeles juga mengonfirmasi peningkatan kesiapsiagaan, termasuk patroli tambahan di lokasi-lokasi strategis seperti tempat ibadah dan pusat kegiatan masyarakat, sebagai langkah antisipatif di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Selain ancaman dari aktor negara, komunitas intelijen AS juga menyoroti potensi risiko dari aktor non-negara. Dalam beberapa bulan terakhir, perhatian meningkat terhadap kemungkinan penggunaan drone bersenjata oleh kartel narkoba di Meksiko untuk menyerang aparat keamanan AS di wilayah perbatasan.

Baca Juga: Krisis Energi Asia Tenggara Memanas! Perang Israel/AS-Iran Buka Jalan Tiongkok Jadi “Penyelamat”

John Cohen, mantan pejabat intelijen Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, menilai peringatan FBI sebagai langkah preventif yang penting. Ia menekankan bahwa Iran memiliki jaringan dan pengaruh di kawasan Amerika Latin yang berpotensi dimanfaatkan dalam skenario serangan tidak langsung terhadap kepentingan AS.

Menurutnya, perkembangan teknologi drone yang relatif murah dan mudah diakses telah mengubah karakter ancaman keamanan global, dari konvensional menjadi lebih tersebar dan sulit diprediksi.

Hingga kini, belum terdapat indikasi konkret bahwa serangan akan terjadi dalam waktu dekat. Namun, peringatan ini menegaskan bahwa dinamika konflik antara negara kini tidak hanya berlangsung di medan perang terbuka, melainkan juga melalui skenario asimetris yang melibatkan teknologi, jaringan lintas wilayah, dan aktor non-tradisional.

Dalam konteks tersebut, kesiapsiagaan menjadi kunci utama, seiring meningkatnya kompleksitas ancaman di era geopolitik yang terus bertransformasi.

Editor : M Firman Syah
#iran #AS #perang #rudal