RADAR SURABAYA – Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mendapat respons beragam saat menghadiri salat Idul Fitri 1447 H/2026 M di Masjid Lakemba, Sydney, Australia, Jumat (20/3).
Dikutip dari Al Jazeera, kunjungan tersebut sempat diwarnai sorakan dari sekelompok kecil jemaah.
Mereka menyuarakan ketidakpuasan terhadap sikap pemerintah Australia terkait konflik Israel, yang belakangan menjadi sorotan publik internasional.
Meski demikian, suasana secara umum tetap berlangsung kondusif. Mayoritas jemaah tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Aparat keamanan juga terlihat berjaga untuk memastikan situasi tetap terkendali selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran Albanese di masjid yang terletak di Sydney itu merupakan bagian dari upaya pemerintah Australia untuk menjalin
kedekatan dengan komunitas Muslim, khususnya dalam momentum Hari Raya Idul Fitri.
Baca Juga: Sejarah dan Filosofi Ketupat: Simbol Lebaran dari Dakwah Sunan Kalijaga
Namun, dinamika geopolitik global turut memengaruhi respons publik. Sikap Australia terhadap konflik Israel menjadi salah satu isu sensitif yang memicu kritik dari sebagian masyarakat.
Pengamat menilai, reaksi tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian dan sensitivitas publik terhadap kebijakan luar negeri pemerintah, terutama yang berkaitan dengan isu kemanusiaan dan konflik internasional.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari kantor Perdana Menteri terkait insiden sorakan tersebut.
Sementara itu, umat Muslim di Australia merayakan Idul Fitri pada Jumat (20/3), bertepatan dengan perayaan di sejumlah negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Qatar.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan