RADAR SURABAYA – Vatikan angkat suara terkait memanasnya konflik di Timur Tengah. Sekretaris Negara Vatikan mendesak Presiden Amerika Serikat segera menghentikan serangan militer ke Iran.
Pernyataan itu disampaikan Parolin di sela peluncuran buku di Chamber of Deputies, Roma. Dia menegaskan, eskalasi konflik berisiko semakin tak terkendali jika tidak segera dihentikan.
Baca Juga: Waspada Banjir Rob di Pesisir Surabaya Jelang Lebaran, Efek Bulan Baru dan Perigee
“Saya akan mengatakan, hentikan ini secepat mungkin. Bahaya sebenarnya adalah eskalasi sudah di depan mata,” ujar Parolin.
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari lalu ke Iran disebut-sebut telah menimbulkan korban besar. Salah satu yang paling disorot adalah tewasnya pemimpin tertinggi Iran serta sejumlah pejabat penting negara tersebut.
Namun, hingga kini situasi di kawasan masih terus memanas. Parolin menilai, pendekatan militer hanya akan memperburuk keadaan dan memperluas konflik.
Baca Juga: Anthony Ginting vs Chou Tien Chen di Orleans Masters 2026: Duel Panas Rival Lama di 16 Besar
Menurut dia, pesan yang sama juga perlu ditujukan kepada Israel. Semua pihak diminta menahan diri dan mengedepankan jalur damai.
“Masalah apa pun seharusnya diselesaikan melalui diplomasi dan dialog, bukan dengan kekerasan,” kata Parolin.
Vatikan selama ini dikenal konsisten mendorong penyelesaian konflik secara damai. Dalam berbagai kesempatan, Tahta Suci menekankan pentingnya stabilitas kawasan Timur Tengah demi mencegah krisis kemanusiaan yang lebih luas.
Pernyataan Parolin ini menambah tekanan moral kepada pihak-pihak yang terlibat konflik, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia internasional atas potensi perang yang lebih besar. (*)
Editor : Lambertus Hurek