Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hijir Ismail, Bagian Ka’bah yang Diyakini Menjadi Tempat Mustajab untuk Berdoa

Muhammad Firman Syah • Rabu, 18 Maret 2026 | 03:40 WIB
Hijir Ismail.
Hijir Ismail.

RADAR SURABAYA — Hijir Ismail menjadi salah satu lokasi yang kerap dikunjungi jemaah haji dan umrah saat berada di Masjidil Haram. Bangunan ini berbentuk setengah lingkaran dengan pagar rendah yang terletak di sisi utara Ka'bah.

Hijir Ismail memiliki pagar setinggi sekitar 1,3 meter dengan panjang kurang lebih 21,5 meter. Area ini dikenal luas oleh jemaah karena diyakini sebagai salah satu tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa.

Dalam kondisi normal, banyak jemaah berusaha masuk ke dalam area Hijir Ismail melalui dua pintu yang tersedia. Di dalamnya, mereka melaksanakan shalat sunnah serta berdoa. Namun, tingginya jumlah jemaah membuat area ini sering padat, sehingga waktu beribadah di dalamnya relatif terbatas.

Sebagian area Hijir Ismail diyakini merupakan bagian dari bangunan Ka’bah. Karena itu, orang yang melaksanakan shalat di dalamnya dianggap seperti melaksanakan shalat di dalam Ka’bah.

Terdapat kisah ketika Aisyah RA ingin melaksanakan shalat di dalam Ka’bah. Nabi Muhammad SAW kemudian menyarankan agar ia melaksanakan shalat di Hijir Ismail.

Baca Juga: Maqam Ibrahim di Masjidil Haram, Batu Pijakan Nabi Ibrahim saat Membangun Ka’bah

Rasulullah SAW bersabda, “Shalatlah engkau di Hijir, karena Hijir itu termasuk bagian dari Ka’bah.”

Sejarah Hijir Ismail

Dalam sejarahnya, Hijir Ismail diyakini pernah menjadi bagian dari bangunan Ka’bah. Namun saat kaum Quraisy merenovasi Ka’bah sebelum masa kenabian Nabi Muhammad SAW, mereka mengalami keterbatasan biaya sehingga ukuran bangunan diperkecil.

Akibatnya, sebagian area yang sebelumnya termasuk dalam bangunan Ka’bah berada di luar bangunan utama. Area inilah yang kemudian dikenal sebagai Hijir Ismail.

Secara bahasa, kata “hijir” berarti kamar atau tempat yang dibatasi oleh dinding pelindung. Bangunan ini berbentuk setengah lingkaran dan menjadi salah satu bagian penting di sekitar Ka’bah.

Baca Juga: Masjidil Haram Tetapkan Tarawih 10 Rakaat dan Witir 3 Rakaat pada Ramadan 2026

Sejumlah riwayat juga menyebutkan bahwa di area ini terdapat makam Nabi Ismail AS dan Siti Hajar. Meski tidak terdapat penanda khusus, banyak jemaah meyakini lokasi tersebut berada di dalam area Hijir Ismail.

Keutamaan Beribadah di Hijir Ismail

Hijir Ismail dikenal sebagai tempat yang dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat serta memanjatkan doa kepada Allah SWT. Banyak jemaah memanfaatkan kesempatan berada di area ini untuk beribadah karena diyakini memiliki keutamaan tersendiri.

Meski demikian, para ulama menyarankan agar shalat fardhu tidak dilakukan di dalam Hijir Ismail, karena tidak terdapat contoh pelaksanaannya dari Rasulullah SAW.

Baca Juga: Arab Saudi Perluas Masjidil Haram, MbS Luncurkan Proyek King Salman Gates

Ketentuan Tawaf di Sekitar Ka’bah

Hijir Ismail juga berkaitan dengan pelaksanaan ibadah tawaf. Jemaah yang melakukan tawaf harus mengelilingi seluruh bangunan Ka’bah, termasuk area Hijir Ismail.

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 29 dijelaskan perintah untuk melakukan tawaf mengelilingi Baitullah secara sempurna. Karena Hijir Ismail merupakan bagian dari Ka’bah, jemaah yang masuk ke dalam area tersebut saat tawaf dianggap tidak mengelilingi Ka’bah secara utuh sehingga tawafnya tidak sah.

Oleh karena itu, jemaah dianjurkan untuk mengelilingi Ka’bah dari luar area Hijir Ismail agar ibadah tetap sesuai dengan tuntunan.

Hingga kini, Hijir Ismail tetap menjadi salah satu lokasi bersejarah di Masjidil Haram yang banyak didatangi jemaah dari berbagai negara untuk beribadah dan memanjatkan doa. (rif/fir)

Editor : M Firman Syah
#sejarah islam #Ka'bah #tawaf #masjidil haram #mustajab