Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
RADAR SURABAYA - Sebuah tragedi mengejutkan terjadi di kota kecil Kerzers, Fribourg, Swiss, ketika seorang pria diduga melakukan aksi bakar diri di dalam bus pada Selasa (10/3) malam.
Peristiwa ini menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai tiga lainnya, memicu duka mendalam sekaligus investigasi besar-besaran oleh kepolisian setempat.
Menurut laporan kepolisian yang dikutip Reuters, bus tersebut terbakar hebat di ruas jalan sekitar 20 kilometer dari Bern, ibu kota Swiss.
Juru bicara Kepolisian Fribourg, Frederic Papaux, menyebut ada indikasi kuat bahwa insiden ini merupakan tindakan yang disengaja.
“Pada tahap ini, kami memiliki beberapa petunjuk yang mengindikasikan itu merupakan tindakan yang disengaja oleh seseorang yang berada di dalam bus,” ujarnya.
Juru bicara lain, Christa Bielmann, menambahkan bahwa penyidik tengah menelusuri laporan bahwa pelaku menyiramkan bahan bakar ke tubuhnya sendiri sebelum menyalakan api. Namun, ia menegaskan masih terlalu dini untuk mengaitkan insiden ini dengan aksi terorisme.
Media lokal 20 Minutes melaporkan adanya video dari lokasi kejadian. Salah satu korban luka yang tidak disebutkan namanya mengatakan, “Seorang pria membakar dirinya sendiri. Dia menuangkan bensin ke tubuhnya, dan kemudian membakar dirinya sendiri”.
Tiga korban luka telah dilarikan ke rumah sakit, sementara dua lainnya mendapat perawatan medis di lokasi.
Video pasca kebakaran menunjukkan bangkai bus yang hangus terbakar, memperlihatkan dahsyatnya api yang melalap kendaraan tersebut.
Anggota dewan negara Swiss, Romain Collaud, menegaskan bahwa tidak ada indikasi insiden ini terkait terorisme.
“Kami tidak memiliki indikasi yang menunjukkan bahwa kami mungkin sedang berurusan dengan serangan teroris,” katanya.
Presiden Swiss, Guy Parmelin, menyampaikan belasungkawa atas tragedi ini. “Saya terkejut dan sedih bahwa sekali lagi orang-orang kehilangan nyawa dalam kebakaran serius di Swiss,” ujarnya, seraya menekankan bahwa investigasi menyeluruh sedang dilakukan. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari