Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pengamat Sebut Iran Akan Terus Melawan Amerika dan Israel setelah Ayatollah Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran 

Lambertus Hurek • Senin, 9 Maret 2026 | 15:36 WIB

Warga Iran mengangkat gambar Ayatollah Mojtaba Khamenei yang kini ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Warga Iran mengangkat gambar Ayatollah Mojtaba Khamenei yang kini ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran.

 

RADAR SURABAYA — Dewan Ulama Iran resmi memilih Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang sebelumnya memimpin Republik Islam Iran.

Pemilihan tersebut dilakukan oleh Dewan Ulama Iran, lembaga keagamaan tertinggi yang memiliki kewenangan memilih Pemimpin Tertinggi dalam sistem politik Iran. Dalam struktur negara yang berlandaskan teokrasi Islam Syiah, lembaga ini memiliki otoritas lebih besar dibanding parlemen dalam menentukan pemimpin tertinggi negara.

Sementara itu, jabatan presiden Iran saat ini dipegang oleh Masoud Pezeshkian, yang dipilih langsung oleh rakyat. Namun, secara konstitusional presiden tetap berada di bawah otoritas Pemimpin Tertinggi.

Pengamat politik dari Indonesia, Andi Mallarangeng, menilai terpilihnya Mojtaba Khamenei menandai kelanjutan garis politik Iran yang konfrontatif terhadap Barat.

Menurut Andi, dalam sistem politik Iran, Pemimpin Tertinggi tidak hanya berfungsi sebagai kepala negara, tetapi juga sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata serta pemegang kewenangan utama dalam menentukan perang atau perdamaian.

“Dengan penunjukan Ayatollah Mojtaba Khamenei ini, artinya Iran akan terus melakukan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel,” kata Andi.

Ia menilai harapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Iran menyerah tanpa syarat kemungkinan besar tidak akan terwujud. Demikian pula dengan harapan terjadinya perubahan rezim di Iran.

“Yang terjadi justru sebaliknya. Rezim teokrasi Iran semakin mengonsolidasikan dirinya. Ayatollah Ali Khamenei diposisikan sebagai martir, sementara putranya diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru,” ujarnya.

Andi memperkirakan dinamika ini berpotensi memperpanjang ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang berlarut-larut dapat mengguncang stabilitas regional dan berdampak pada perekonomian global.

Ia juga menyoroti dampak langsung terhadap pasar energi dunia. Harga minyak global, menurutnya, telah melonjak hingga sekitar 120 dolar AS per barel.

“Kondisi ini akan berdampak pada ekonomi dunia, termasuk Indonesia,” kata Andi. Menurut dia, jika ketegangan terus berlanjut, volatilitas harga energi dan tekanan ekonomi global kemungkinan masih akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Mojtaba Khamenei #Ayatollah Ali Khamenei #Perang Iran Amerika #mojtaba khamenei pemimpin tertinggi iran #perang Iran AS Israel