Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Korut Siap Join Perang Iran, Diam-diam Uji Coba Rudal Kapal Terbaru

Muhammad Firman Syah • Jumat, 6 Maret 2026 | 04:04 WIB

Presiden Korea Utara, Kim Jong Un melihat fasilitas tempur terbaru yang dimiliki.
Presiden Korea Utara, Kim Jong Un melihat fasilitas tempur terbaru yang dimiliki.

Pyongyang — Korea Utara (Korut) kembali menunjukkan kekuatan militernya di tengah memanasnya konflik geopolitik global. Negara yang dipimpin Kim Jong Un itu menggelar uji coba kapal perang baru dengan peluncuran rudal jelajah strategis yang diawasi langsung oleh sang pemimpin.

Uji coba tersebut berlangsung saat situasi di Timur Tengah memanas setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran sejak akhir Februari 2026. Ketegangan ini memicu spekulasi bahwa Korea Utara tengah bersiap memperkuat posisinya dalam dinamika konflik global.

Media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan Kim Jong Un menginspeksi kapal perang kelas “Choe Hyon”, salah satu dari dua kapal perusak berbobot sekitar 5.000 ton yang diluncurkan tahun lalu sebagai bagian dari program modernisasi angkatan laut Korut. Dalam inspeksi tersebut, Kim memantau uji coba peluncuran rudal jelajah laut-ke-darat dari kapal perang tersebut yang diklaim berlangsung sukses.

Kim menyebut kemajuan persenjataan kapal perang itu sebagai langkah penting menuju strategi baru Korea Utara untuk mempersenjatai angkatan lautnya dengan sistem senjata berkemampuan nuklir. Ia menegaskan bahwa penguatan kekuatan maritim menjadi bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan negara di tengah tekanan militer dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Kapal perusak kelas Choe Hyon sendiri merupakan salah satu proyek terbesar dalam modernisasi militer Korea Utara. Kapal tersebut dirancang membawa berbagai sistem senjata, termasuk rudal anti-kapal, rudal jelajah strategis, serta sistem pertahanan udara modern. Kapal ini juga dilengkapi puluhan sel peluncur vertikal yang memungkinkan peluncuran berbagai jenis rudal dalam satu platform tempur.

Sejumlah analis menilai langkah Korea Utara tersebut tidak lepas dari dinamika konflik global, khususnya perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Situasi ini diyakini menjadi pelajaran strategis bagi Pyongyang untuk memperkuat kemampuan deterensinya, terutama melalui pengembangan senjata nuklir dan armada laut berdaya serang tinggi.

Di sisi lain, para pengamat menilai kecil kemungkinan Amerika Serikat mengambil opsi militer langsung terhadap Korea Utara, mengingat negara itu telah memiliki arsenal nuklir yang cukup besar serta didukung oleh dua kekuatan besar, yakni China dan Rusia.

Meski demikian, eskalasi militer yang terus dilakukan Korea Utara menambah ketegangan baru dalam geopolitik global, terutama ketika konflik di Timur Tengah dan rivalitas kekuatan besar dunia semakin memanas.

Editor : M Firman Syah
#Korut #iran #kapal perang #perang #rudal