Radar Surabaya - Konflik di Timur Tengah kembali memanas. Serangan militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran memicu kekhawatiran global. Di tengah eskalasi tersebut, militer Israel mengumumkan rencana pemanggilan sekitar 70 ribu pasukan cadangan dalam beberapa hari ke depan untuk memperkuat pertahanan, khususnya sektor udara.
Di Indonesia, perkembangan ini bukan hanya dibaca sebagai dinamika geopolitik. Di media sosial, warganet ramai mengaitkan angka 70 ribu pasukan itu dengan salah satu hadis Nabi Muhammad tentang peristiwa akhir zaman.
Dalam riwayat sahih yang tercantum dalam literatur hadis, disebutkan bahwa Dajjal akan diikuti oleh 70 ribu orang dari Isfahan yang mengenakan pakaian khas Persia.
“Dajjal akan diikuti oleh 70 ribu Yahudi dari Isfahan (Iran) yang memakai selendang Persia di atas kepala mereka” – (Sahih Muslim : Hadis 7034).
Riwayat tersebut selama berabad-abad menjadi bagian dari kajian eskatologi Islam, yaitu pembahasan tentang tanda-tanda kiamat.
“Ketika tanda-tanda itu muncul, yang diperintahkan kepada kita bukan panik, melainkan memperbaiki diri,” kata Fadly salah seorang warganet dilaman kolom.komentar viral.
Al-Qur’an sendiri telah menegaskan bahwa Hari Kiamat pasti datang, namun waktunya dirahasiakan. Yang lebih penting adalah kesiapan hati dan amal setiap hamba. Eskalasi konflik di Timur Tengah boleh jadi menjadi pengingat bahwa dunia ini tidak abadi. Sejarah terus bergerak menuju fase yang telah diberitakan dalam wahyu.
"Bagi kaum beriman, setiap peristiwa global seharusnya menjadi momentum muhasabah, bukan sekadar konsumsi informasi," ungkap Ali Faizin, warganet yang lain.
Sementara itu, Bahriyah, warganet lain menuturkan di tengah gemuruh berita perang dan mobilisasi militer yang paling mendesak bukan sekadar membaca perkembangan konflik, tetapi menata ulang arah hidup memperkuat tauhid, memperbaiki akhlak dan menyiapkan bekal menuju kehidupan yang kekal.
"Karena jika zaman memang semakin tua, maka pertanyaannya bukan lagi kapan kiamat datang?”, melainkan sudah sejauh mana kita siap menghadapinya?," tulisnya.
Editor : M Firman Syah