RADAR SURABAYA- Raksasa media Amerika Serikat, Paramount Global, resmi menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery pada Jumat (28/2). Nilai transaksi mencapai lebih dari US$110 miliar atau sekitar Rp1.760 triliun.
Dikutip dari DW News, megamerger ini menjadi salah satu konsolidasi industri media terbesar dalam satu dekade terakhir dan berpotensi mengubah peta persaingan global, terutama di sektor streaming dan penyiaran berita.
Dalam perjanjian tersebut, Paramount akan membayar US$31 per saham untuk Warner Bros. Discovery.
Selain itu, terdapat klausul biaya pembatalan regulasi sebesar US$7 miliar atau sekitar Rp112 triliun, jika transaksi batal akibat hambatan regulasi.
Nilai tersebut menunjukkan betapa masifnya transaksi ini dalam sejarah industri hiburan global.
HBO Max dan CNN Berpindah Kepemilikan
Dengan akuisisi ini, Paramount akan menjadi pemilik baru layanan streaming HBO Max serta jaringan berita internasional CNN.
Sebelumnya, perusahaan streaming Netflix sempat ikut dalam persaingan akuisisi, tetapi akhirnya mundur dari proses penawaran.
Selain itu, merger ini akan menempatkan CNN dalam satu payung korporasi dengan CBS News, yang juga dimiliki Paramount.
Faktor Politik dan Proses Regulasi
Paramount diketahui memiliki kedekatan dengan lingkaran politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal ini memicu spekulasi bahwa proses persetujuan federal dapat berjalan lebih lancar.
Namun, Jaksa Agung California, Rob Bonta, menyatakan pihaknya telah membuka penyelidikan dan akan melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap dampak merger tersebut.
Paramount sendiri sebelumnya telah dijual kepada Skydance Media. Perusahaan itu dipimpin oleh David Ellison, putra dari miliarder teknologi Larry Ellison.
Kekhawatiran Independensi Media
Merger ini memunculkan kekhawatiran terkait independensi editorial, khususnya di CNN. Analis media Brian Stelter menyoroti adanya keresahan di kalangan karyawan dan pemirsa CNN terkait kemungkinan intervensi politik.
Sementara itu, pemimpin redaksi CBS News, Bari Weiss, dikenal vokal mengkritik bias media arus utama dan mendapat perhatian dari kalangan konservatif Amerika.
Target Efisiensi Rp96 Triliun
Paramount dan Warner Bros. Discovery menargetkan efisiensi lebih dari US$6 miliar (Rp96 triliun) melalui integrasi teknologi, perampingan operasional, serta optimalisasi biaya produksi dan distribusi konten.
Jika disetujui regulator, megamerger ini akan menciptakan konglomerasi media raksasa yang menguasai studio film, jaringan televisi, platform streaming, hingga kanal berita global dalam satu entitas bisnis.
Dampak ke Industri Media Global
Akuisisi Paramount terhadap Warner Bros. Discovery berpotensi memperketat persaingan di industri streaming global, sekaligus memperbesar konsentrasi kepemilikan media di Amerika Serikat.
Langkah ini diprediksi akan memengaruhi strategi bisnis para pesaing, termasuk Netflix dan platform streaming lainnya, dalam memproduksi konten eksklusif serta memperluas pangsa pasar internasional.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan