Stockholm - Sebuah bangkai kapal Angkatan Laut Swedia dari abad ke-17 yang terkubur di bawah perairan pusat Kota Stockholm selama sekitar 400 tahun mendadak muncul ke permukaan sejak awal Februari 2026.
Kapal yang berada di lepas pantai Pulau Kastellholmen itu kembali terlihat akibat merosotnya permukaan air Laut Baltik hingga mencapai titik terendah dalam sekitar satu abad terakhir.
Papan-papan kayu lambung kapal yang masih terawat baik kini mencuat di atas air, memperlihatkan struktur kerangka kapal yang tetap kokoh meski telah berabad-abad terendam.
Fenomena ini menarik perhatian para peneliti dan warga sekitar karena kondisi kapal dinilai masih sangat utuh.
Seorang arkeolog kelautan di Vrak, Museum Bangkai Kapal di Stockholm, Jim Hansson, menjelaskan bahwa kapal tersebut memang sengaja ditenggelamkan oleh militer Swedia pada masanya.
"Di sini kita memiliki bangkai kapal, yang sengaja ditenggelamkan oleh Angkatan Laut Swedia," kata Hansson.
Berdasarkan analisis para ahli, kapal itu diyakini ditenggelamkan sekitar tahun 1640 setelah menyelesaikan masa tugasnya.
Penenggelaman dilakukan untuk dijadikan fondasi pembangunan jembatan menuju Pulau Kastellholmen. Namun hingga kini, para arkeolog belum dapat memastikan jenis kapal tersebut secara spesifik karena terdapat lima bangkai kapal serupa di lokasi yang sama.
Hansson menerangkan, penggunaan lambung kapal lama menjadi solusi konstruksi pada masa itu.
"Ini adalah solusinya, alih-alih menggunakan kayu baru, Anda dapat menggunakan lambung kapal itu sendiri, yang terbuat dari kayu ek untuk membangun jembatan tersebut," jelas dia.
Ia juga menambahkan alasan kapal dapat bertahan sangat lama di perairan tersebut.
"Di sini, di Laut Baltik, kami tidak memiliki cacing kayu yang memakan kayu, jadi, seperti yang Anda lihat, kapal ini bertahan selama 400 tahun," lanjutnya.
Sebagian struktur kapal sebenarnya sempat terlihat pada 2013, tetapi tidak sejelas saat ini.
Penurunan muka air Laut Baltik kali ini disebut sebagai yang terendah dalam sekitar 100 tahun terakhir.
Menurut Hansson, kondisi tersebut dipicu oleh faktor cuaca ekstrem di kawasan Nordik.
"Telah terjadi periode tekanan tinggi yang sangat panjang di sekitar wilayah negara-negara Nordik," terang Hansson
Tekanan tinggi yang berkepanjangan itu mendorong massa air Laut Baltik mengalir menuju Laut Utara dan Samudra Atlantik.
Saat ini, penelitian bertajuk “The Lost Navy” tengah dilakukan untuk mengidentifikasi serta menentukan usia pasti sejumlah besar bangkai kapal angkatan laut Swedia yang berada di dasar Laut Baltik. (she/fir)
Editor : M Firman Syah