Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mirip Burung Asli, China Pamer Drone Biomimetik Sulit Terdeteksi Radar

Muhammad Firman Syah • Kamis, 12 Februari 2026 | 13:15 WIB

Kamuflase : Drone biomimetik berbentuk burung kecil yang dikembangkan militer China dipamerkan dalam latihan pasukan khusus.
Kamuflase : Drone biomimetik berbentuk burung kecil yang dikembangkan militer China dipamerkan dalam latihan pasukan khusus.

RADAR SURABAYA – Militer China kembali memamerkan teknologi terbarunya. Kali ini, drone biomimetik yang bentuk dan pola terbangnya menyerupai burung asli. Ukurannya relatif kecil. Sayapnya mengepak layaknya burung sungguhan. Dari bawah, perangkat tersebut nyaris tak bisa dibedakan dari satwa liar yang terbang bebas di langit.

Cuplikan video yang beredar memperlihatkan drone itu digunakan dalam kompetisi menembak yang digelar akademi infanteri militer China untuk pasukan operasi khusus.  Salah satu anggota Komando Jiaolong Korps Marinir China tampak melepaskan drone berbentuk burung tersebut setelah muncul dari dalam air.

Baca Juga: China Terbangkan Turbin Angin, Listrik Dipanen dari Langit

Perangkat itu kemudian terbang berputar dengan kepakan sayap halus dan gerakan yang terlihat natural. Komando Jiaolong dikenal sebagai unit elite yang kerap disejajarkan dengan Navy SEAL Amerika Serikat. Pasukan ini memiliki kemampuan operasi darat, laut, udara, hingga bawah air.

Drone yang dipamerkan tersebut tergolong ornithopter, yakni kendaraan udara tanpa awak yang terbang dengan mengepakkan sayap. Teknologi ini merupakan bagian dari biomimetika, yakni sistem buatan yang meniru desain dan mekanisme alam.

Baca Juga: Hasil Indonesia Masters 2026: Alwi Farhan Tumbangkan Wakil China, Lolos ke Perempat Final

Dibandingkan drone konvensional berbaling-baling, ornithopter memiliki keterbatasan pada daya tahan terbang, kapasitas muatan, serta jarak tempuh. Namun, keunggulannya terletak pada kemampuan kamuflase. Ukurannya kecil dan gerakannya menyatu dengan lingkungan sehingga sulit dikenali sebagai perangkat militer, termasuk oleh sistem radar tertentu.

China juga terus mengembangkan teknologi serupa. Northwestern Polytechnical University sebelumnya memperkenalkan ornithopter bernama “Little Falcon” yang diklaim memiliki potensi penggunaan luas.

Baca Juga: Terjadi Lagi! Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar, Ratusan Relawan hingga Drone Dikerahkan untuk Pencarian

Kemunculan drone biomimetik ini menandai arah baru pengembangan teknologi militer. Fokusnya tak lagi semata pada kecepatan atau daya jelajah, melainkan pada kemampuan menyatu dengan lingkungan dan bergerak tanpa menarik perhatian. (ida/fir)

Editor : M Firman Syah
#burung #militer china #Inovasi militer China #drone #Teknologi Pertahanan