Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Museum Al-Qur’an Makkah Pamerkan Lembaran Langka Al-Qur’an Biru Abad ke-9

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 11 Februari 2026 | 19:16 WIB
Photo
Photo

RADAR SURABAYA – Museum Al-Qur’an di Distrik Budaya Hira, Makkah, memamerkan satu lembaran langka dari manuskrip legendaris Al-Muṣḥaf Al-Azraq atau yang dikenal sebagai Al-Qur’an Biru (Blue Quran).

Lembaran tersebut memuat ayat-ayat Surah Al-Baqarah, mulai dari akhir ayat 37 hingga awal ayat 42.

Pameran ini menjadi sorotan karena Al-Qur’an Biru termasuk salah satu mushaf paling langka dan mewah dalam sejarah peradaban Islam.

Naskah tersebut ditulis menggunakan tinta emas murni dengan khat Kufi awal di atas latar berwarna biru tua, menghadirkan perpaduan estetika dan spiritualitas yang khas pada era Islam klasik.

Manuskrip Langka Bernilai Sejarah Tinggi

Al-Qur’an Biru diperkirakan berasal dari abad ke-3 Hijriah atau abad ke-9 Masehi. Manuskrip ini memiliki nilai historis dan akademis yang sangat tinggi karena menjadi bukti perkembangan seni kaligrafi Arab dan iluminasi pada masa awal Islam.

Para sejarawan menyebut mushaf ini sebagai simbol penghormatan umat Islam terhadap Al-Qur’an, yang tidak hanya dijaga keasliannya, tetapi juga dihias dengan seni tingkat tinggi.

Hingga kini, halaman-halaman asli Al-Qur’an Biru yang masih tersisa sangat terbatas dan tersebar di sejumlah museum ternama serta koleksi pribadi di berbagai negara.

Daya Tarik Utama Distrik Budaya Hira

Pameran lembaran Al-Qur’an Biru ini merupakan bagian dari upaya Museum Al-Qur’an untuk memperkenalkan sejarah mushaf serta tahapan artistik penulisannya kepada publik.

Inisiatif tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran budaya dan memperkaya pengalaman pengunjung, baik dari dalam Arab Saudi maupun mancanegara.

Museum Al-Qur’an sendiri menjadi salah satu destinasi religi dan edukasi unggulan di Makkah. Berlokasi di Distrik Budaya Nevi, kawasan yang berkaitan erat dengan awal turunnya wahyu, 

museum ini menyajikan berbagai manuskrip langka, salinan bersejarah Al-Qur’an, hingga pameran interaktif berbasis teknologi modern.

Warisan Peradaban Islam yang Mendunia

Keberadaan Al-Qur’an Biru menegaskan bahwa peradaban Islam sejak awal telah memadukan nilai spiritual dengan pencapaian seni dan budaya yang tinggi.
Penulisan ayat suci dengan tinta emas di atas latar biru gelap menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap keindahan kaligrafi sekaligus penghormatan mendalam terhadap wahyu Ilahi.

Dengan dipamerkannya lembaran langka ini, Museum Al-Qur’an Makkah tidak hanya menghadirkan artefak bersejarah, tetapi juga memperkuat posisi Makkah sebagai pusat peradaban dan warisan Islam dunia.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Distrik Budaya Hira