RADAR SURABAYA - Peristiwa memilukan menimpa seorang jemaah umrah asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bernama Maemuna. Ia dilaporkan meninggal dunia di Bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah, Arab Saudi, setelah penerbangannya tertunda selama dua hari. Korban diduga wafat akibat kedinginan saat menunggu keberangkatan bersama rombongan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel, Ikbal Ismail, membenarkan kabar tersebut.
“Jadi ini yang menunggu di bandara, mungkin kedinginan, makanya ada yang meninggal itu. Informasinya sih meninggal karena kedinginan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (10/2).
Ikbal menjelaskan, kejadian ini berlangsung pada Kamis (5/2) setelah pesawat Flyadeal yang dijadwalkan menjemput rombongan mengalami kerusakan kaca kokpit.
“Informasi yang saya dapat, kaca pilot retak. Pesawatnya sudah di Bandara Jeddah mau jemput jemaah, ternyata setelah diperiksa kaca pilot retak,” jelasnya.
Ikbal menambahkan, pihak maskapai sebenarnya telah mengarahkan jemaah untuk menunggu di hotel. Namun, sebagian rombongan memilih bertahan di bandara hingga pesawat siap beroperasi kembali.
“Ada yang ke hotel, ada juga yang tetap di bandara menunggu sampai pesawat bagus. Jadi bukan satu travel saja, tapi banyak rombongan di situ,” katanya.
Meski demikian, Ikbal menegaskan bahwa penyebab pasti kematian masih ditelusuri lebih lanjut. “Kalau kelaparan, kan banyak makanan di bandara. Maskapai harusnya bertanggung jawab, tapi Flyadeal juga sudah berniat baik karena menawarkan ke hotel. Saat ini masih diperiksa pihak maskapai dan penyidik Kemenhaj,” ujarnya.
Viral di Media Sosial
Kejadian ini menjadi viral setelah sebuah video memperlihatkan jasad jemaah dibungkus kain putih dan dibaringkan di kursi tunggu bandara.
Dalam rekaman, seorang perempuan menyebut rombongan jemaah asal Makassar telah mengalami delay dua hari tanpa kompensasi maupun penanganan medis.
“Meninggal satu jemaah, pesawat Flyadeal, ini kita rombongan dari Makassar, delay 2 hari tanpa kompensasi apapun. Dokter pun tidak ada sampai korban meninggal dunia,” ungkap perekam video. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari