RADAR SURABAYA - Serangan bom bunuh diri mengguncang masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra di kawasan Tarlai, Islamabad, Pakistan, pada Jumat (6/2).
Ledakan yang terjadi saat salat Jumat ini menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya, menjadikannya serangan paling mematikan di ibu kota sejak pengeboman Hotel Marriott pada 2008.
ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Menurut SITE Intelligence Group, kelompok itu menyebut salah satu militannya meledakkan rompi peledak di tengah jemaah.
“Pelaku dihentikan di gerbang dan meledakkan dirinya,” kata seorang sumber keamanan kepada AFP.
Kronologi Kejadian
Ledakan terjadi tepat saat rukuk pertama salat Jumat. “Saat rukuk pertama dalam salat, kami mendengar suara tembakan. Dan saat masih dalam posisi rukuk, ledakan terjadi,” ujar Muhammad Kazim, 52, salah satu jemaah.
Jemaah lain, Imran Mahmood, mengatakan sempat terjadi baku tembak antara pengebom dengan petugas keamanan.
“Pelaku bom bunuh diri itu mencoba merangsek maju, tetapi salah satu sukarelawan kami menembaknya dari belakang. Ia lalu meledakkan bahan peledak tersebut,” ujarnya.
Televisi lokal menayangkan suasana panik, dengan korban berlumuran darah digotong menggunakan tandu, ambulans, bahkan bagasi mobil menuju rumah sakit Pakistan Institute of Medical Sciences. Sejumlah korban anak-anak termasuk dalam daftar luka-luka.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan ini. “Mereka yang berada di balik ledakan itu akan ditemukan dan diadili,” tegasnya.
Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar menyebut aksi tersebut sebagai kejahatan keji terhadap kemanusiaan dan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip Islam.
Sementara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui juru bicara menegaskan, serangan tersebut patut dikecam, di saat orang beribadah mereka melakukan serangan. “Serangan terhadap warga sipil dan tempat ibadah tidak dapat diterima,” tegasnya.
Hingga Sabtu (7/2), pihak berwenang Pakistan menyatakan jumlah korban luka mencapai 169 orang, dengan beberapa dalam kondisi kritis.
Aparat keamanan meningkatkan status siaga di Islamabad dan kota-kota besar lainnya untuk mengantisipasi serangan susulan. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari