Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 24 Orang, Gencatan Senjata Kembali Rawan

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 5 Februari 2026 | 05:54 WIB
Warga Palestina berduka saat jenazah orang-orang terkasih yang tewas akibat serangan Israel dipindahkan ke Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza untuk, pada 4 Februari 2026.Khames Alrefi/Anadolu
Warga Palestina berduka saat jenazah orang-orang terkasih yang tewas akibat serangan Israel dipindahkan ke Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza untuk, pada 4 Februari 2026.Khames Alrefi/Anadolu

RADAR SURABAYA – Sedikitnya 24 warga Palestina tewas akibat tembakan dan serangan militer Israel di Jalur Gaza, Rabu (waktu setempat), di tengah kembali memanasnya bentrokan meski gencatan senjata masih diklaim berlaku.

Dikutip dari Al Jazeera, otoritas kesehatan Gaza melaporkan, korban tewas terjadi di sejumlah wilayah, baik di Gaza utara maupun selatan.

Empat di antaranya meninggal dunia akibat tembakan artileri Israel di Gaza selatan, sementara korban lainnya dilaporkan jatuh di beberapa lingkungan Kota Gaza.

Hingga kini, klaim jumlah korban tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama ini menilai data korban yang dirilis Kementerian Kesehatan Gaza relatif kredibel.

Lebih dari 550 Korban Sejak Gencatan Senjata

Otoritas kesehatan Gaza menyebutkan, lebih dari 556 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan. Dalam periode yang sama, militer Israel mengonfirmasi empat tentaranya tewas.

Lonjakan korban terbaru ini kembali menegaskan rapuhnya gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas yang dimediasi oleh sejumlah pihak internasional.

Pernyataan Militer Israel

Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) menyatakan serangan dilakukan sebagai respons atas tembakan dari pihak Palestina terhadap pasukan Israel di Gaza utara.

IDF mengklaim seorang tentaranya mengalami luka serius dalam insiden tersebut. Militer Israel juga menyebut tembakan berasal dari kelompok yang mereka sebut sebagai “teroris” di dekat garis kuning, area batas penarikan pasukan Israel sesuai kesepakatan gencatan senjata.

Pernyataan tersebut belum mendapat konfirmasi dari pihak independen.

Situasi Kemanusiaan Memburuk

Di tengah meningkatnya ketegangan, krisis kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Fasilitas kesehatan dilaporkan kewalahan menangani korban luka, sementara akses bantuan dan evakuasi medis masih sangat terbatas.

Sementara itu, Perlintasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir kembali dibuka secara terbatas untuk evakuasi medis.

Sejumlah pasien Palestina mulai dievakuasi ke Mesir, meski jumlahnya masih jauh dari kebutuhan mendesak di lapangan.

Organisasi kemanusiaan internasional berulang kali memperingatkan bahwa eskalasi kekerasan, meski berskala terbatas, dapat memicu konflik yang lebih luas dan semakin memperparah penderitaan warga sipil.

Dunia Internasional Soroti Eskalasi

Komunitas internasional terus menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menghormati gencatan senjata.

Sejumlah negara dan lembaga kemanusiaan mendesak agar perlindungan warga sipil menjadi prioritas utama serta akses bantuan kemanusiaan dibuka tanpa hambatan.

Dengan situasi keamanan yang masih fluktuatif, prospek perdamaian jangka pendek di Gaza kembali dipertanyakan, sementara warga sipil terus berada dalam bayang-bayang kekerasan.(rak)


---

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#palestina #Rafah #Israel #Jalur Gaza #zionis