Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Masjidil Haram Tetapkan Tarawih 10 Rakaat dan Witir 3 Rakaat pada Ramadan 2026

Muhammad Firman Syah • Selasa, 3 Februari 2026 | 13:13 WIB

Suasana: Jemaah memadati area pelataran Masjidil Haram.
Suasana: Jemaah memadati area pelataran Masjidil Haram.

RADAR SURABAYA — Pengelola Masjidil Haram kembali menetapkan ketentuan pelaksanaan salat Tarawih dan Witir selama bulan Ramadan 1447 Hijriah atau 2026. Pada Ramadan tahun ini, salat Tarawih dilaksanakan sebanyak 10 rakaat dan ditutup dengan 3 rakaat salat Witir.

Ketentuan tersebut berlaku di dua masjid suci, yakni Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Kebijakan ini menjadi pedoman bagi imam dan jemaah dalam menjalankan ibadah malam Ramadan, seiring tingginya jumlah jemaah dari berbagai negara yang memadati kedua masjid tersebut.

Baca Juga: Jelang Bulan Puasa, Harga Minyak Goreng di Jatim Naik, MinyaKita Masih di Atas HET

Informasi ini disampaikan akun Inside the Haramain melalui media sosial X. Dalam keterangannya disebutkan, salat Tarawih dilaksanakan dengan lima kali salam sebelum dilanjutkan dengan salat Witir. Dengan demikian, total salat malam berjamaah selama Ramadan berjumlah 13 rakaat.

Sebagai perbandingan, pada Ramadan 2022, Masjidil Haram masih melaksanakan salat Tarawih sebanyak 20 rakaat dan ditutup dengan 3 rakaat Witir, sehingga totalnya mencapai 23 rakaat. Namun sejak Ramadan 2023, pengelola masjid suci mulai menetapkan pengurangan jumlah rakaat Tarawih, dan kebijakan tersebut kembali diterapkan pada Ramadan 2026.

Baca Juga: Arab Saudi Perluas Masjidil Haram, MbS Luncurkan Proyek King Salman Gates

Perbedaan jumlah rakaat salat Tarawih sejatinya telah berlangsung sejak masa awal Islam. Dalam khazanah fikih, para ulama memiliki pandangan yang beragam terkait jumlah rakaat Tarawih, sehingga persoalan ini bersifat khilafiyah.

Sebagian ulama merujuk pada hadis riwayat Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah salat malamnya, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan, lebih dari 11 rakaat termasuk witir.

Sementara itu, jumhur ulama fiqh berpendapat bahwa salat Tarawih dilaksanakan sebanyak 23 rakaat, sebagaimana praktik yang berlangsung pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Dalam sejumlah riwayat lain, jumlah rakaat Tarawih juga disebutkan bervariasi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Usulkan Kampung Jamaah Haji Indonesia di Dekat Masjidil Haram

Dengan latar belakang perbedaan pendapat tersebut, penetapan 10 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir di Masjidil Haram pada Ramadan 2026 dipandang sebagai kebijakan pengelolaan ibadah yang disesuaikan dengan kondisi jemaah, tanpa menafikan keabsahan pelaksanaan salat Tarawih dengan jumlah rakaat lainnya. (rif/fir)

Editor : M Firman Syah
#tarawih #Ramadhan 1447 Hijriah #witir #masjidil haram