RADAR SURABAYA – China mencatat terobosan baru di sektor energi terbarukan. Negeri Tirai Bambu itu sukses menguji sistem pembangkit listrik tenaga angin yang beroperasi di udara pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan tanah, Minggu (01/02).
Teknologi tersebut dikenal sebagai S2000 Stratosphere Airborne Wind Energy System (SAWES). Sistem ini memanfaatkan angin kuat dan stabil di lapisan atas atmosfer dengan menggunakan platform terbang yang menyerupai pesawat berukuran besar.
Pendiri sekaligus Direktur Teknologi Beijing Linyi Yunchuan Energy Technology, Weng Hanke, menjelaskan bahwa prinsip kerja SAWES tidak jauh berbeda dengan turbin angin konvensional. Perbedaannya terletak pada lokasi pembangkitan listrik yang dilakukan langsung di udara.
“Turbin angin tradisional menghasilkan listrik saat bilahnya diputar angin di permukaan tanah. Sistem ini bekerja dengan prinsip serupa, tetapi pembangkitannya terjadi di udara,” ujarnya.
Baca Juga: Deteksi Pohon Rawan Tumbang dengan Teknologi Khusus, Surabaya Gandeng Perguruan Tinggi
Dalam uji terbang tersebut, SAWES mampu menghasilkan listrik sekitar 385 kilowatt-jam dalam waktu kurang lebih 30 menit. Listrik yang dihasilkan juga berhasil disalurkan dan terhubung langsung ke jaringan listrik di darat melalui kabel khusus.
Keunggulan utama teknologi ini terletak pada kemampuannya menangkap angin yang lebih kuat dan konsisten di ketinggian, sehingga dinilai lebih efisien dibandingkan turbin angin yang dipasang di darat. Selain itu, sistem ini juga mengurangi kebutuhan lahan yang selama ini menjadi tantangan dalam pembangunan turbin konvensional.
Selain untuk suplai energi listrik, SAWES dinilai memiliki potensi untuk mendukung berbagai kebutuhan lain, seperti sistem komunikasi, pemantauan udara, hingga penyediaan energi di wilayah terpencil atau dalam kondisi darurat.
Para pakar menilai inovasi ini membuka peluang baru dalam pengembangan energi bersih yang lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya transisi menuju energi ramah lingkungan. (rif/fir)
Editor : M Firman Syah