Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Serangan Bersenjata di Kaduna Nigeria, 163 Jemaat Gereja Diculik Saat Misa

Nurista Purnamasari • Selasa, 20 Januari 2026 | 08:08 WIB

 

Ilustrasi.
Ilustrasi.

RADAR SURABAYA - Suasana ibadah Minggu di dua gereja di negara bagian Kaduna, Nigeria utara, berubah mencekam setelah kelompok bersenjata menyerbu dan menculik ratusan jemaat.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (18/1) dan menambah daftar panjang aksi penculikan massal di wilayah tersebut.

Dilansir AFP, kelompok bandit di Nigeria kerap melakukan penculikan massal untuk tebusan dan menjarah desa-desa, terutama di bagian utara dan tengah negara terpadat di Afrika itu.

Serangan terbaru ini menargetkan jemaat Kristen yang sedang beribadah di desa Kurmin Wali, distrik Kajuru, yang mayoritas beragama Kristen.

Pendeta Joseph Hayab, Kepala Asosiasi Kristen Nigeria untuk wilayah utara, menjelaskan para penyerang datang dalam jumlah besar.

“Para penyerang memblokir pintu masuk gereja dan memaksa jemaat keluar ke semak-semak,” ujarnya, Senin (19/1).

Hayab menambahkan, jumlah jemaat yang diculik mencapai 172 orang, namun sembilan berhasil melarikan diri.

“Jumlah sebenarnya yang mereka culik adalah 172, tetapi sembilan orang berhasil melarikan diri, jadi 163 orang masih bersama mereka,” katanya.

Sebuah laporan keamanan PBB yang dilihat AFP mencatat lebih dari 100 orang diculik dalam serangan tersebut.

Laporan itu juga memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan di daerah terpencil Kaduna.
Nigeria sendiri terbagi hampir merata antara wilayah selatan yang mayoritas Kristen dan wilayah utara yang mayoritas Muslim.

Konflik bersenjata di negara ini sering menewaskan warga tanpa membedakan latar belakang agama.
Pada November 2025 lalu, geng bersenjata menyandera lebih dari 300 siswa dan guru dari sebuah sekolah Katolik di negara bagian Niger. Mereka dibebaskan beberapa minggu kemudian dalam dua gelombang.

Ketidakamanan di Nigeria juga menjadi sorotan internasional. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menekan pemerintah Abuja terkait kasus pembunuhan umat Kristen.

Pada akhir Desember, AS melancarkan serangan terhadap militan yang disebut terkait kelompok Negara Islam di negara bagian Sokoto, barat laut Nigeria. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#nigeria #jemaat gereja #misa #penculikan #serangan bersenjata #gereja