Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tragedi Longsor di Tempat Pembuangan Sampah Binaliw Filipina: Dua Pekerja Meninggal dan Puluhan Masih Tertimbun

Nurista Purnamasari • Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:08 WIB

 

Penampakan TPA Binaliw, Kota Cebu, Filipina yang longsor yang membuat puluhan pekerja tertimbun.
Penampakan TPA Binaliw, Kota Cebu, Filipina yang longsor yang membuat puluhan pekerja tertimbun.

RADAR SURABAYA - Tragedi memilukan terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Binaliw, Kota Cebu, Filipina, pada Kamis (8/1). Gunungan sampah setinggi puluhan meter mendadak longsor dan menimbun puluhan pekerja kebersihan yang sedang bertugas.

Peristiwa ini menewaskan sedikitnya dua orang, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Kronologi Kejadian

Longsor terjadi saat siang hari ketika aktivitas pengelolaan sampah sedang berlangsung di TPA Binaliw. Saat itu, lebih dari 100 pekerja kebersihan dan pemilah sampah berada di area pembuangan.

Tiba-tiba, gunungan sampah yang sudah menumpuk tinggi tidak mampu menahan beban dan runtuh dengan cepat.

Material sampah berupa plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga menimbun pekerja yang berada di bawahnya.

TPA Binaliw, Kota Cebu, Filipina longsor dan menewaskan sedikitnya dua orang serta puluhan pekerja masih hilang.
TPA Binaliw, Kota Cebu, Filipina longsor dan menewaskan sedikitnya dua orang serta puluhan pekerja masih hilang.

Sebagian pekerja berhasil menyelamatkan diri, namun puluhan lainnya tertimbun. Tim penyelamat yang berada di lokasi segera melakukan evakuasi darurat.

Dalam beberapa jam pertama, dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara belasan lainnya berhasil dievakuasi hidup-hidup dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Namun, sekitar 25–34 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun di bawah tumpukan sampah.

Ratusan petugas gabungan dari Basarnas lokal, kepolisian, militer, dan relawan dikerahkan untuk mencari korban.

“Terus terlibat sepenuhnya dalam upaya pencarian dan penyelamatan untuk menemukan orang-orang yang masih hilang,” tulis Wali Kota Cebu, Nestor Archival, dalam unggahan Facebook pada Jumat (9/1).

Proses pencarian dilakukan dengan bantuan alat berat, namun kondisi tumpukan sampah yang tidak stabil membuat pencarian berlangsung lambat dan penuh risiko.

Tim SAR juga melakukan pencarian manual dengan menggali lapisan sampah secara hati-hati agar tidak menimbulkan longsor susulan.

Nestor Archival menyampaikan bahwa pemerintah kota bekerja sama dengan pihak swasta dan komunitas lokal untuk mempercepat pencarian.

“Kami berkomitmen menemukan semua korban. Tim penyelamat bekerja siang dan malam meski kondisi medan sangat sulit,” ujar Archival.

Anggota Dewan Kota Cebu, Joel Garganera, menilai peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan tanpa tanda-tanda awal yang jelas.

Ia menduga kuat tragedi itu berkaitan dengan buruknya praktik pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

Menurut Garganera, operator TPA diketahui menggali bagian dalam tumpukan sampah, menambang tanah di bawahnya, lalu kembali menumpuk sampah untuk membentuk gunungan baru.

“Itu bukan tempat pembuangan sampah yang sanitasi, melainkan sudah berubah menjadi tempat pembuangan sampah terbuka,” ujar Garganera.

Tempat pembuangan sampah terbuka seperti ini disebut masih lazim ditemukan di sejumlah kota besar Filipina, termasuk Cebu.

Tragedi ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban yang berkumpul di sekitar lokasi TPA Binaliw.

Banyak di antara mereka yang masih berharap anggota keluarga dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Peristiwa ini juga memunculkan sorotan tajam terhadap sistem pengelolaan sampah di Cebu, yang dinilai rawan bencana karena gunungan sampah dibiarkan menumpuk tanpa pengamanan memadai.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Pemerintah akan mengevaluasi sistem pengelolaan sampah agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas Wali Kota Cebu.

Cebu sendiri dikenal sebagai pusat perdagangan sekaligus gerbang transportasi utama di wilayah Visayas, kawasan kepulauan tengah Filipina. (reu/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#filipina #tempat pembuangan akhir #Pekerja tertimbun #longsor #TPA Longsor